<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Khutbah Jum&#039;at Khalifah Ahmadiyah Oktober 2009</title>
	<atom:link href="http://kjka200910jf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kjka200910jf.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 13:39:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kjka200910jf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Khutbah Jum&#039;at Khalifah Ahmadiyah Oktober 2009</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kjka200910jf.wordpress.com/osd.xml" title="Khutbah Jum&#039;at Khalifah Ahmadiyah Oktober 2009" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kjka200910jf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>20091023 : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend)</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/20091023-sifat-allah-al-wali-the-friend/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/20091023-sifat-allah-al-wali-the-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 13:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091023]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 23 Oktober 2009 dari Baitul Futuh London UK` TENTANG : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend) Salah satu nama asifat Allah swt adalah Al Wali artinya “ teman” atau “sahabat”. Menurut Lughat Bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=19&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ<br />
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ</p>
<p>RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH<br />
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
Tanggal  23 Oktober 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend)</p>
<p>Salah satu nama asifat Allah swt adalah Al Wali artinya “ teman” atau “sahabat”. Menurut Lughat Bahasa Arab Al Wali artinya Penolong, Penjaga dan Pemelihara sekalian makhluk dan semua benda ciptaan-Nya diseluruh alam raya. Juga artinya adalah teman yang sangat setia. Didalam surah Albaqarah ayat 258 Allah swt berfirman : </p>
<p>اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ‌ ؕ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِياءُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ‌ؕ اُولاَءِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ‌‌ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ</p>
<p>Artinya : Allah adalah sahabat orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir, sahabat mereka adalah syaitan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni Api neraka, mereka tinggal lama didalmnya. Sesungguhnya Allah swt adalah sahabat orang-orang beriman yang memiliki keimanan murni dan bersih dari kepalsuan dan martabat keimanan mereka selalu meningkat terus, sehingga mereka terkeluar dan terselamat dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, yaitu mereka terselamat dari kelemahan-kelemahan phisikal maupun dari kelamahan spiritual mereka sehingga makin lama keimanan mereka semakin bertambah kuat. Disini Tuhan menyatakan bahwa Dia akan memberkati orang-orang beriman dengan kemajuan dan kejayaan phisikal maupun spiritual baik secara perorangan maupun secara kelompok Jema’at dan akan membebaskan mereka dari berbagai macam kesusahan. Pertolongan Tuhan seperti ini terhadap orang-orang beriman akan berlanjut terus namun untuk itu mempunyai syarat-syarat tertentu setelah mereka menyatakan beriman kepada Tuhan dan utusan-Nya. Orang-orang yang berusaha keras untuk meraih martabat seperti itu pasti Allah swt akan menjadi sahabat-Nya, sehingga tidak akan ada sebarang lawan atau kekuatan musuh diatas bumi ini yang mampu membinasakan mereka. </p>
<p>	Allah swt telah berfirman bahwa orang-orang beriman selalu menjalani kehidupan dengan berbagai macam kesulitan dan mereka dihadapkan kepada keadaan terpaksa harus menanggung kerugian jiwa raga atau nyawa, kehilangan harta benda maupun anak keturunan. Jika demikian bagaimana dapat diartikan bahwa Allah swt telah mengeluarkan orang-orang beriman dari kelemahan kepada kekuatan phisik. Tentu saja maksudnya bahwa diwaktu menghadapi kesulitan itu dengan penuh sabar akan diperoleh kemajuan spiritual atau kemajuan iman, bukan kemajuan secara phisik atau jasmani. Harus diingat bahwa apabila seorang telah memperoleh iman yang  kokoh kuat terahdap Allah swt dia tidak akan mendapatkan faedahnya itu hanya demi kepentingan pribadinya saja, melainkan demi kepentingan Jema’at secara umum dan kehilangan serta kerugiannya itu akan menjadi sumber bagi kemajuan Jema’at secara keseluruhan, terutama sekali yang menyangkut dengan pengurbanan jiwa demi mempertahankan iman. </p>
<p>	Pengurbanan-pengurbanan yang sangat besar yang dilakukan orang-orang Muslim pada masa permulaan Islam dimasa penganiayaan yang sangat zalim dan sangat biadab tidak menjadi sia-sia. Pada waktu itu jumlah orang-orang beriman sangat sedikit, namun mutu keimanan mereka sangat tinggi dan semakin meningkat dan kemajuan Jema’at orang-orang mukmin-pun semakin meningkat pula. Penganiayaan dan kezaliman terhadap orang-orang beriman tidak menghalangi orang-orang yang berjiwa bersih dan suci untuk menggabungkan diri dengan Jema’at orang-orang Islam pada waktu itu. Namun akhirnya kebengisan dan kekejaman mereka memaksa mereka untuk berhijrah dan membuka lembaran baru sejarah kemajuan bagi Jema’at orang-orang Isalam pada waktu itu. Mereka tumbuh berkembang dalam segi jumlah dan juga dalam segi harta kekayaan mereka, sampai akhirnya tiba sa’atnya seorang musuh yang sangat kejam dan ditakuti telah terbunuh oleh dua orang anak muda Muslim dari Madinah. </p>
<p>	Didalam sejarah perkembangan Jema’at Ahmadiyah masa-masa percobaan yang menegangkan dan ujian yang menyakitkan telah menjadi sumber kemajuan dan kejayaan bagi Jema’at dimanapun berada, baik bagi kemajuan phisikal maupun spiritual Jema’at. Jika kita tidak melewati masa-masa bencana yang malang yang ditimbulkan oleh sekelompok kecil lawan Jema’at pada tahun 1974, tidak akan terjadi sebagian para anggauta Jema’at hijrah meninggalkan negara Pakistan dan bertebaran keberbagai negara didunia. Diantara mereka banyak yang bekerja diperusahaan pertanian kecil, banyak yang melakukan bisnis secara kecil-kecilan, yang lainnya banyak yang melakukan pekerjaan secara kecil-kecilan pula. Sumber biaya yang cukup besar untuk pendidikan tidak ada, atau jika adapun keadaan dinegeri Pakistan pada waktu itu betul-betul tidak nyaman atau tidak condusive. Orang-orang muda Pakistan teman-teman mereka yang telah mendapat pendidikan lebih maju sekalipun dan telah mencapai titel doktor di Eropah belum mampu mendapatkan pendidkan yang setaraf. Mereka itu tidak mempunyai perhatian kearah itu atau mereka tidak mempunyai sumber biaya untuk itu. </p>
<p>	Para Ahmady yang telah melakukan hijrah keberbagai negara di Eropah harus selalu ingat bahwa mereka terpaksa meninggalkan tanah air demi Jema’at dan demi mempertahan iman mereka, Allah swt telah menganugerahkan banyak kemajuan yang melimpah kepada mereka dan jumlah anggauta Jema’at juga di Eropah telah jauh meningkat demikian juga keadaan keuangan Jema’at telah mendapat banyak peningkatan. Berkat kemajuan pendidikan akademi secara perorangan taraf pendidkan secara Jema’at juga telah memperoleh banyak peningkatan. Hal ini harus membuat setiap orang Ahmady lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan keimanan serta ketqwaan mereka jangan sampai mereka merasa takabbur dan sombong setelah meraih kemajuan dan kejayaan itu. </p>
<p>	Jadi Allah swt telah membuktikan sebagai Sahabat, sekarang terpulang kepada kita untuk membuktikan diri kita masing-masing sebagai hamba-hamab-Nya yang setia kepada-Nya. Kemajuan-kemajuan itu bukan saja telah diraih oleh mereka yang telah melakukan hijrah. Para Ahmady Pakistani yang telah kehilangan busnis-busnis mereka disebabkan banyak kezaliman dan kerusuhan yang dilakukan oleh pihak lawan telah juga diberkati Tuhan dengan kemajuan yang sangat menakjubkan. Inilah bukti bahwa Al Wali adalah Sahabat dan Teman serta Penolong. Allah swt telah menjadi Teman yang sejati dan setia kita Yang telah menganugerahkan banyak kemajuan kepada kita. Pada tahun 1984 ketika musuh-musuh Jema’at berusaha menghadang dan menyekat kita sehingga Khalifah Jema’at Ahmadiyah terpaksa meninggalkan Pakistan dan mengnugsi keluar negeri, siapa Yang telah menolong ? Tiada lain Sahabat yang sama dan Penolong itu juga, Zat Yang memiliki semua kekuatan dan kekuasaan diatas segala sesuatu. Allah swt telah menolong Hazrat Khalifartul Masih lV rh sedemikian rupa sehingga tidak ada kekuatan dunia yang mampu menolong beliau seperti itu. Jema’at Ahmadiyah telah meraih kemajuan yang sangat mengagumkan baik dari segi jumlah anggauta maupun dari segi kekuatan ruhani dan financial melalui tayangan MTA yang mengudara 24 jam setiap hari. Satu suara bimbingan dan nasihat bisa didengar secara serempak diseluruh dunia. Didalam ayat tersebut diatas disbutkan bahwa Allah swt berjanji untuk memberi kemajuan dan kejayaan phisikal kepada orang-orang beriman dan memberi ancaman kepada orang-orang yang tidak mau beriman akan dimasukkan kedalam kegelapan dan pada asasnya mereka itulah orang-orang yang menjadi sahabat-sahabat syetan. </p>
<p>	Pada zaman permulaan tatkala Rasulullah saw telah dilantik sebagai Utusan Tuhan masyarakat Mekkah diseru kepada petunjuk, pemimpin kaum Quraisy yang banyak berbuat baik menganggap diri mereka sangat bijaksana. Namun setelah mereka menolak kebenaran mereka telah ditipu oleh syaitan, akibatnya mereka tidak mampu lagi berbuat kebaikan seperti sebelumnya maka akibatnya mereka telah dibinasakan oleh Tuhan. Dan Abul Hikam (Bapak yang bijak) telah menjadi Abul Jahhal dan telah mati terhina dan sampai kiamat namanya akan dikenal sebagai Abul Jahhal dan sahabatnya tiada lain adalah syaitan. Bagaimanapun seorang sahabat bangsa Negro telah menjadi sahabat Tuhan disebabkan beliau telah beriman kepada Hazrat Rasulullah saw dan sampai kiamat nama beliau dikenal sebagai Sayidina Bilal. Seperti itu juga mereka yang menentang Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah dimasukkan kedalam kegelapan, namun mereka yang terkenal sebagai orang-orang yang sangat jahat dan perampok, mereka mendapat kemajuan spiritual setelah beriman kepada Hazrat Imam Zaman. Mereka yang menolak Nabi Allah telah tersandung kedalam kegelapan disebabkan mereka telah menolak cahaya kebenaran. Hati mereka dipenuhi syetan dengan rasa kebencian dan Allah swt telah menyatakan bahwa kesudahan mereka itu sangat buruk sekali. Mereka akan dibakar didalam api kecemburuan didunia ini. Menurut Lughat Bahasa Arab Waliullah artinya sahabat Allah swt yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan semangat kecintaan dan merendahkan diri. Seorang mukmin disebut waliullah. Didalam Surah Muhammad Allah swt berfirman : </p>
<p> ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ مَوْلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاَنَّ الْكٰفِرِيْنَ لَا مَوْلٰى لَهُمْ </p>
<p>Artinya : Yang demikian itu disebabkan Allah adalah Pelindung bagi orang-orang yang beriman, dan orang-orang kafir tidak mempunyai seorang pelindung-pun. (Muhammad : 12) Didalam ayat 8 sebalumnya Allah swt berfirman :</p>
<p>  يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوْا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ‏ </p>
<p>Artinya : Hai orang-orang yang beriman ! Jika kamu menolong perjuangan Allah, Dia pasti akan menolong kamu dan akan membuat langkah-mu teguh. Ayat ini menasihati orang-orang muslim yang akan datang sesudah Hazrat Rasulullah saw wafat, yaitu kewajiban orang-orang beriman untuk menolong Agama Allah swt dan dengan itu Allah swt akan menolong mereka sebagai pembalasannya. Khasnya dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s dimana pembaharuan iman kembali tengah diusahakan dengan giatnya, maka pada sa’at itu menjadi kewajiban mereka untuk menolong. Orang-orang yang menolak Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan menghadapi nasib buruk seperti yang telah dihadapi oleh para penentang Nabi-Nabi dizaman lampau. Hal ini harus menjadi bahan pemikiran yang sangat serious bagi orang-orang Muslim dizaman sekarang ini. Janji Tuhan untuk menolong orang-orang Mukmin tetap ada. Sekalipun telah menyatakan diri sebagai muslim banyak para columnist yang telah menurunkan banyak buah pena mereka didalam surat-surat khabar bahwa mereka merasakan hampanya iman mereka dan merasakan gejala menurunnya kemajuan mereka dibidang mtareial juga. Mereka telah menyadari didalam tulisan mereka bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan Allah swt. Namun masih tersedia waktu bagi mereka untuk menerima kebanran da’wa Imam Zaman yakni Hazrat Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. dan utnuk menerima ucapan salaam dari Hazrat Rasulullah saw dan jangan berkeras hati diatas pendirian bahwa pintu kenabian sudah tertutup. </p>
<p>	Mereka harus mempelajari perkataan dan pendapat-pendapat orang-orang suci Islam dimasa lampau dan jangan sekali-kali mengikuti pendapat mereka yang hanya menyatakan diri sebagai pemimpin Agama atau para Mullah. Hazrat Muhyiddin Ibnu Arraabi telah menjelaskan didalam kitab beliau bernama Futuhatul Makiyyah bahwa kenabian yang sudah tertutup setelah Rasulullah saw wafat adalah kenabian yang membawa syari’at baru, namun kenabian yang tertakluk sepenuhnya kepada Syari’at Islam boleh datang dimasa mendatang setelah Rasulullah saw. Beliau mengatakan bahwa kenabian belum mencapai masa penghabisan sepnuhnya. Menunjuk kepada hadis Laa Nabiyya ba’di (tidak ada nabi sesudah-ku) Hazrat Muhyiddin Ibnu Arrabi menulis bahwa maksud dan tujuan hadis ini sama denga hadis Rasulullah saw yang mengatakan bahwa :” Apabila Kaisar ini mati atau terbunuh tidak akan ada Kaisar lagi.” Hazrat Imam Sya’rani telah menulis didalam kitab Al Yawaqitu wal Jawahir dan telah menjelaskan maksud Laa nabiyya ba’di bahwa tidak akan ada lagi nabi yang membawa syari’at baru setelah-ku. Hazrat Mulla Ali Qari telah menulis didalam buku beliau bernama Madhu’aat Kabir tentang sabda Hazrat Rasulullah saw bahwa Jika anakku  Ibrahim (putra Rasulullah saw yang wafat diwaktu masih kanak-kanak) ini hidup ia pasti akan menjadi seorang Nabi, tidak bertentangan dengan keimanan tentang Khataman Nabiyyin, sebab Khataman Nabiyyin artinya setelah Nabi Muhammad saw seorang Nabi tidak boleh datang yang akan merubah Syari’at beliau saw dan yang datang bukan dari ummat beliau. Sesungguhnya Hazrat Aisyah r.a telah berkata sambil memperingatkan bahwa : “ Kalian boleh mengatakan bahwa Rasulullah saw adalah Khataman Nabiyyin namun jangan mengatakan bahwa setelah beliau tidak ada lagi Nabi” </p>
<p>	Jika manusia merenungkan firman-firman Allah swt didalam Alqur’an maka semua kutipan-kutipan yang telah disebutkan diatas akan menjadi sangat jelas sekali semuanya kepadanya. Bagaimana Allah swt akan menangguhkan pertolongan-Nya kepada orang yang telah menda’wakan diri bahwa dia telah menerima wahyu atau ilham dari pada-Nya, bahkan dia telah banyak menerima pertolongan yang melimpah dari pada-Nya? Tuhan telah menurunkan ilham kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa : “ Tuhan adalah Penolong-ku dan Pemelihara-ku.” (Tadzkirah hal. 479) Pada tahun 1883 Allah swt telah menurunkan ilham kepada beliau : “ Ingatlah ! Tidak ada rasa takut bagi sahabat-sahabat Allah, tidak pula mereka merasa sedih ! (Tadzkirah hal 128). Sampai sekarang kita menyaksikan bahwa Allah swt telah membuktikan firman-Nya bahwa Dia sungguh shabat Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang sangat setia. Pada tahun 1886 Allah swt menurunkan ilham kepada beliau yang artinya : “ Aku akan sampaikan tabligh engkau keseluruh penjuru dunia.”  Pada tahun 1886 Qadian belum memiliki sarana transportasi yang layak selain kereta kuda yang dipergunakan disana pada waktu itu. Dari Batala ke Qadian manusia harus menempuh perjalanan kaki. Namun dikampung itu Tuhan telah membuat suatu janji kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk mengembangkan tabligh beliau keseluruh pelosok dunia. Pada waktu itu tentu banyak manusia yang mentertawakan penda’waan beliau. Sekarang kita sudah betul-betul menyaksikan bahwa tabligh beliau telah melingkupi seluruh pelosok dunia.</p>
<p>Diantara para musuh Jema’at berkata sambil menantang bahwa jika kalian orang-orang Ahmady tengah menyampaikan tabligh kalian dengan MTA, bukanlah perkara besar dan yang aneh, kami juga mempunyai Web Site dan saluran TV untuk menandingi kalian. Namun yang patut dipikirkan oleh mereka lawan-lawan Jema’at adalah, apakah ada diantara mereka yang telah menda’wakan dikala sedikitpun belum ada gejala sarana-sarana yang cukup dan baik bahwa da’wah mereka akan disebarkan keseluruh pelosok dunia ? Atau, jangan melihat kebelakang seratus tahun, dalam beberapa tahun atau beberapa bulan yang lalu saja apakah diantara mereka ada yang menda’wakan sesuai dengan khabar dari Allah swt akan mnyampaikan tabligh mereka keseluruh pelosok dunia ? Jika ada mari tampil kemuka. Sungguh ! Tidak akan pernah ada yang berani tampil kepermukaan menjawab tantangan kami ini. Memang mudah sekali untuk membuat tuduhan dan kritikan. </p>
<p>Sebetulnya itulah suatu perasaan hasad atau rasa iri hati yang mendalam yang tidak bisa mereka kendalikan melihat kemajuan Jema’at ini. Melihat kemajuan Jema’at yang semakin menggema hati mereka semakin terbakar dengan kecemasan dan kegelisahan yang menjadi-jadi. Memang Allah swt telah menjelaskan sebelumnya bahwa mereka itu akan keluar dari cahaya amenuju kegelapan yang pekat. Apabila Allah swt melantik utusan-Nya kedunia musuh-musuh-nyapun  akan berdiri menentang-nya. Jika para penentang itu mempunyai akalpun mereka akan mati disebabkan akal mereka yang tidak berfungsi itu. Mereka bukan mendatangi cahaya yang bersinar terang namun sebaliknya mereka berkelana didalam kegelapan. Akhirnya mereka akan menjadi ashabun naar. Semoga Allah swt mengasihani mereka dan memberi akal sehat kepada mereka itu !</p>
<p>Pelindung kita adalah Tuhan dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah sahabat kita, Penolong kita dan Pelindung kita dalam setiap langkah selalu Dia memberkati kita dengan rahmat dan karunia-Nya. Semoga Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk melaksanakan hak-hak kewajiban terhadap-Nya agar kita selalu memperoleh barkat dan karunia dari pada-Nya, dan Dia telah menghgibur     kita dengan firman-Nya </p>
<p> فَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰكُمْ‌ؕ نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر </p>
<p>artinya  Ketahuilah sesungguhnya Allah adalah Pelindung kamu sekalian, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong !! (Al Anfal : 41)</p>
<p>Sesudah itu Huzur mengumumkan akan memimpin sembahyang empat orang  jenazah ghaib. Diantaranya seorang anggauta Khuddam di Quetta, Pakistan yang sangat aktif dan mukhlis dan sebagai Naib Qaid Khuddamul Ahmadiyyah telah diculik dan dibunuh atau disyahidkan didalam hutan pada tanggal 11 Oktober 2009 yang baru lalu. Sebelumnya dua orang paman beliau juga telah disyahidkan. Kakek beliau seorang sahabah besar Hazrat Masih Mau’ud a.s. </p>
<p>Alihbahasa oleh Hasan Basri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=19&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/20091023-sifat-allah-al-wali-the-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2001030 : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend) (Bagian ke 2)</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-ringkasan-khutbah-jumat/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-ringkasan-khutbah-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091030]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 30 Oktober 2009 dari Baitul Futuh London UK` TENTANG : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend) (Bagian ke 2) Didalam khutbah ini Huzur melanjutkan pembahasan tentang sifat Allah swt Al Wali (Sahabat). Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=11&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ<br />
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ</p>
<p>RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH<br />
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
Tanggal  30 Oktober 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend)<br />
(Bagian ke 2)</p>
<p>Didalam khutbah ini Huzur melanjutkan pembahasan tentang sifat Allah swt Al Wali (Sahabat). Allah swt telah mengingatkan orang-orang beriman dan orang tidak beriman terutama para penyembah berhala didalam Alqur’an surah Al Ra’d ayat 12 sebagai berikut :</p>
<p>لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال</p>
<p>Artinya : Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. </p>
<p>Didalam ayat tersebut Allah swt telah menjelaskan empat macam perkara :<br />
a. Allah swt telah mengambil tanggung jawab sendiri untuk melindungi setiap orang.<br />
b. Dia memberi keputusan tentang suatu bangsa sesuai dengan prilaku mereka.<br />
c. Apabila Allah swt telah menganggap sesorang sudah patut dihukum, tidak ada kekuatan lain yang bisa mencegahnya.<br />
d. Dia sendiri adalah Penolong, Penjaga, Pelindung dan Sahabat yang paling benar dan setia. </p>
<p>	Hazrat Masih Mau’ud a.s. sambil menjelaskan maksud sesungguhnya pada permulaan ayat tersebut ini </p>
<p> لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ </p>
<p>Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya bersabda : “ Allah swt telah menetapkan para pengawal untuk menjaga hamba-hamba-Nya disetiap penjuru baik secara zahiri maupun secara ruhani. Yang paling utama Allah swt menetapkan para pengawal atau penjaga itu bagi para Utusan-Nya khasnya bagi Hazrat Rasulullah saw. Setelah kelahiran beliau kedunia, beliau telah menjadi wujud yang paling dikasihi dan disayangi oleh Allah swt sampai kepada masa akhir hayat beliau saw. Allah swt telah menyempurnakan semua perkara itu pada wujud beliau saw dengan sangat luar biasa sehingga tidak ada tara bandingannya. Situasi kehidupan beliau di Mekkah telah diketahui oleh semua, bagaimana Allah swt telah menolong dalam setiap langkah beliau dengan sangat luar biasa cemerlangnya. Surah Ar Ra’d tersebut diturunkan kepada beliau dalam suasana di Mekkah yang sangat mencekam disa’at usaha-usaha lawan yang memusuhi beliau sudah mencapai taraf yang paling membahayakan dan telah melampaui batas kemanusiaan. Kita juga mempunyai sebuah pemandangan zahiri dan bathini peristiwa Perang Badar yang sangat mengerikan dan luar biasa hebatnya dimana Allah swt sesuai dengan janji-Nya telah menurunkan pertolongan-Nya secara luar biasa kepada Hazrat Rasulullah saw, sehingga bagaimanapun kerasnya kehendak musuh untuk menghancurkan beliau beserta para sahabah beliau tidak berhasil. </p>
<p>	Amir Ibnu Tufail seorang tokoh dan pimpinan penyembah berhala datang kepada Hazrat Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau : “ Wahai Muhammad !!  Apabila saya menjadi muslim apakah saya bisa menjadi Khalifah pengganti engkau setelah engkau wafat ? Maka Rasulullah saw menjawab : “ Takhta Khilafat tidak akan pernah turun kepada seseorang yang memberi persyaratan demikian dan juga tidak akan turun kepada pengikutnya.” Mendengar demikian dia menjadi marah dan berkata : “Aku akan membawa lasykar berkuda yang sangat berpengalaman yang akan memberi pelajaran dan menghancurkan Muhammad (saw)” Na’uzubillah !! Nabi Muhammad saw bersabda : “ Tuhan tidak akan pernah memberi taufiq untuk berbuat demikian !” Maka ia beserta temannya pergi dari sana, dan Rasulullah saw-pun membiarkan mereka pergi. Diperjalanan temannya itu berkata : “ Mari kita kembali lagi ketempat Muhammad dan aku akan mengatur siasat, aku akan mengajak dia untuk berbicara dengan-ku, disa’at itu kamu hunuslah pedangmu dan seranglah lalu bunuhlah dia !” Dia menjawab : “ Cara begini sangat berbahaya. Jika aku berhasil membunuhnya maka sahabat-sahabatnya pasti akan mengejar-ku dan membunuh-ku!” Temannya yang sudah dirasuk syetan itu semakin menghasutnya dan berkata : “ Jangan takut kita akan memberi wang tebusan kepada mereka itu, setelah berhasil membunuh Muhammad !” Maka Amir Bin Tufail itu setuju dengan saran temannya itu dan kembali menuju Hazrat Rasulullah saw. Dan setibanya dihadapan Rasulullah saw teman Amir Bin Tufail itu mulailah bercakap-cakap dengan Rasulullah saw dan Amir Bin Tufailpun yang tengah berdiri dibelakang Rasulullah saw mulai menghunus pedangnya. Namun setelah ia berhasil menghunus pedangnya itu timbul didalam hatinya rasa takut yang menggetarkan hatinya dan tertegun sejenak sehingga tangannya tidak mampu mengayunkan pedangnya itu untuk membunuh Hazrat Rasulullah saw. Disa’at itu Hazrat Rasulullah saw berbalik kebelakang dan memandang Amir Bin Tufail yang sedang memegang pedang terhunus ditangannya. Dan Rasulullah saw faham apa yang dimaksud oleh Amir Bin Tufail itu dan mereka-pun berdua mundur dari sana, lalu pergi meninggalkan Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw pun membiarkan mereka berdua pergi dan sedikitpun tidak mengucapkan sebarang perkataan terhadap mereka berdua. Namun Allah swt Yang Maha Kuasa telah mnjatuhkan hukuman terhadap mereka berdua. Ditengah perjalanan turun hujan dan temannya itu telah disambar petir sehingga mati dan hancur binasa, sedangkan tentang Amir Bin Tufail dikatakan bahwa dia mati setelah diserang oleh penyakit bisul yang mengerikan. </p>
<p>        Banyak sekali peristiwa serupa yang telah terjadi terhadap diri Hazrat Rasulullah saw yang menunjukkan bahwa Allah swt betul-betul telah memberi perlindungan dan keselamatan yang khas sesuai dengan janji-Nya melalui para Malaikat-Nya terhadap wujud suci Rasulullah saw dari maksud-maksud jahat pihak lawan yang memusuhi Hazrat Rasulullah saw. Peristiwa-peristiwa demikian telah mewarnai seluruh masa kehidupan beliau saw sehingga nampak jelas sekali bahwa Allah swt melalui para Malaikat-Nya telah menjaga dan melindungi beliau saw. Janji Allah swt yang turun di Mekkah itu telah diperlihatkan kesempurnaannya untuk meyakinkan dan menenteramkan hati beliau ketika terjadi penyerangan dan pengepungan terhadap kota Madinah, dengan firman-Nya :      وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia.  Tentang itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Hazrat Rasulullah saw selamat dan terlindung dari usaha pembunuhan manusia merupakan sebuah mu’jizah yang sangat luar biasa besarnya, dan merupakan bukti nyata kebenaran Kitab Suci Alqur’an, sebab nubuwatan ini :      وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia tercantum didalam Kitab Suci Alqur’an dan nubuwatan ini tercantum didalam Kitab-kitab sebelumnya juga bahwa Nabi akhir zaman tidak akan dapat dibunuh oleh siapapun juga.” </p>
<p>	Huzur bersabda tentang ; mereka menjaganya atas perintah Allah artinya pertama, melalui para Malaikat Rasulullah saw selalu dijaga dan dilindungi dari kejahatan manusia dan keduanya Allah swt menanamkan semangat kecintaan yang mendalam didalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka setiap sa’at siap mengurbankan jiwa raga mereka untuk melindungi dan menjaga Rasulullah saw. Semangat kecintaan itu timbul didalam hati orang-orang mukmin setelah mereka beriman kepada Hazrat Rasulullah saw. Para sahabah menjaga dan melindungi Hazrat Rasulullah saw kerana Allah swt telah menamkan iman yang hakiki didalam hati mereka dan mereka lakukan hal itu semua semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Allah swt telah menyelenggarakan perlindungan seperti itu terhadap Rasulullah saw lebih dari pada terhadap Nabi atau Rasul yang lain. Akan tetapi salah satu arti dari pada itu adalah bahwa bisa juga perlindungan Tuhan itu berlaku terhadap siapapun, sebab Allah swt telah mengatur sistim penjagaan dan perlindungan bagi setiap orang atau setiap manusia. Misalnya walaupun tidak ada penyakit yang tengah menular, namun didalam udara terdapat berbagai jenis kuman atau bakteri yang bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan. Untuk itu Allah swt telah menaruh sistim penjagaan didalam tubuh setiap orang, yang mampu mencegah pengaruh buruk sebagian kuman atau bakteri yang terhirup dari udara melalui pernafasan manusia. Disamping itu Allah swt memberi perlindungan terhadap para wali-Nya atau para Utusan-Nya bahkan terhadap para pengikutnya yang khas melalui para penjaga yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri. </p>
<p>	 Pada zaman sekarang ini kita telah mengetahui merebaknya serangan wabah penyakit pes atau tha’un dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk membuktikan kebenaran da’wa beliau sebagai Utusan Tuhan. Dan hal itu telah membuktikan adanya perlindungan khas dari Allah swt terhadap para pengikut beliau a.s. dari serangan wabah penyakit berbahaya itu. Didalam Kitab Kisyti Nuh (Bahtera Nuh) Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada Pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada rintangan samawi, maka kamilah yang pertama-tama diantara semua warga negara yang akan meminta disuntik untuk mencegah bahaya penyakit pes itu. Rintangan samawi itu adalah, Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan suatu Tanda kasih sayang dari langit kepada umat manusia yang telah beriman kepada Utusan-Nya dizaman ini, mereka akan dilindungi dari bahaya wabah pes atau tha’un itu. Dunia luas telah menyaksikan bahwa walaupun telah merebaknya wabah pes atau tha’un itu selama enam tahun dinegeri India pada waktu itu, dengan karunia Allah swt tidak ada seorang Ahmady-pun yang terkena serangan wabah pes tersebut.” </p>
<p>Hanya semata-mata adanya perlindungan Allah swt manusia bisa terselamat dari setiap tragedi yang berbahaya dari kehilangan nyawa, harta dan anak-anak atau kehormatan. Jika tidak manusia akan kehilangan akal dan ingatan atau perasaan setelah ditimpa berbagai macam kerugian dan kehilangan yang mengerikan. Hal itu juga merupakan salah satu cara Allah swt untuk memberi perlindungan kepada manusia. Banyak manusia yang tidak mampu atau tidak bijak menyikapi akibat kehilangan atau kerugian disebabkan suatu musibah itu sehingga mengakibatkan penderitaan yang sangat keras. Akhirnya banyak diantara mereka yang kehilangan iman dan keyakinan terhadap Allah sawt. Hal itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menyikapi dengan rasa syukur atas ni’mat Allah swt, jika tidak ada rahmat dan karunia-Nya kehidupan kita tidak mungkin bisa berlanjut. Orang-orang mukmnin apabila menghadapi suatu musibah akan selalu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un !! Kita semua dan apapun yang kita miliki semuanya kepunyaan Allah dan kita semua akan kembali kepada-Nya !! (Al Baqarah : 157) sebagai natijahnya mereka mendapat barkat dari Allah swt dan mereka mendapat perlindungan Allah swt dari akibat buruk musibah atau kesusahan serta kesulitan yang mereka hadapi itu. </p>
<p>Sesuai dengan peraturan alam semua manusia berada  dibawah  perlindungan  Allah swt secara umum, baik yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak beriman. Didalam hal ini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang tidak beriman bahwa, jika mereka terus berlanjut didalam perbuatan kejahatan mereka Allah swt tidak akan memberi perlindungan-Nya lagi terhadap mereka sehingga mereka akan menghadapi kehancuran yang sangat parah. Sebagaimana firman-Nya didalam surah  Ar Ra’d ayat 12 berikut ini : </p>
<p>اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ</p>
<p>Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.<br />
 Hal ini membuktikan bahwa Allah swt tidak merubah cara memberi pertolongan kepada orang-orang beriman dan soleh dan mereka terus menerima banyak berkat dan rahmat dari pada-Nya. Selama mereka menjadi orang-orang yang baik dan saleh secara perorangan maupun secara keseluruhan dan memenuhi kewajiban terhadap hak-hak Allah swt dan terhadap hak-hak hamba-hamba-Nya maka mereka akan terus menerima banyak berkat dari Allah swt didalam kehidupan mereka. Berkat-berkat dan nikmat Allah swt tidak diturunkan lagi apabila manusia bukan menjadikan Tuhan sebagai wali atau sahabat mereka melainkan mengambil syaitan menjadi wali atau sahabat mereka. Kebaikan mereka lambat-laun akan hilang dan mulailah mereka melakukan kezaliman terhadap manusia. Akibatnya mereka banyak melakukan perbuatan dosa dan perbuatan jahat, merampas dan menjarah harta orang. Sebagai penguasa dipemerintahan mereka mulai melakukan suap-menyuap, melakukan korupsi dan penggelapan harta milik negara dan melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan keadilan. Merampas hak-hak orang lain sudah menjadi adat kebiasaan sehingga akhirnya mereka berani membunuh orang atas nama agama. Pada waktu itu Allah swt tidak lagi menjaga dan melindungi mereka sehingga mereka kehilangan berkat-berkat dan nikmat serta karunia dari Allah swt sepanjang kehidupan mereka. </p>
<p>	Maksud dari sebagian ayat tersebut bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak memperlakukan orang-orang berbuat jahat sebagaimana mestinya, melainkan Allah swt tidak merobah perlakuan-Nya terhadap orang-orang suci dan soleh kecuali mereka sendiri telah mulai melakukan perbuatan-perbuatan buruk sehingga mereka tidak menerima lagi anugerah nikmat, karunia dan berkat-berkat dari Allah swt. Didalam sejarah agama nampak jelas sebagai saksi kepada kita dan Alqur’anpun telah menjelaskannya dihadapan kita bahwa apabila keburukan-keburukan mulai banyak timbul kepermukaan dan kebaikan-kebaikan mulai menghilang dari permukaan bumi maka perlindungan dan pemeliharaan Allah swt-pun menghilang pula. Dimanapun tidak tertulis sebuah jaminan bahwa dengan mengucapkan dua kalimah syahadat oran-orang beriman akan mendapat perlindungan istimewa untuk selamanya dari Allah swt. Untuk mendapatkan perlindungan khas dari Allah swt sesudah beriman, manusia harus melakukan amal-amal soleh sesuai ajaran Agama Islam. Hal ini harus menjadi sumber pemikiran bagi orang-orang muslim dizaman ini terutama mereka yang tinggal dinegara-negara dimana penganiayaan terhadap sesama orang muslim dan terhadap minoritas non muslim tengah berlangsung bahkan semakin meningkat. Perkara berikutnya didalam ayat tersebut diatas harus direnungkan khasnya oleh orang-orang Islam dinegara Pakistan bahkan mereka harus memohon ampun kepada Allah swt yaitu : </p>
<p>وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال</p>
<p>Artinya : Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Apa yang diperlukan oleh mereka adalah mengadakan perbaikan pada diri mereka sebelum keputusan akhir Tuhan turun kepada mereka. Jika memang penduduk negeri Pakistan sungguh-sungguh mempunyai pengertian kepada hal tersebut. </p>
<p>	Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa kewajiban orang-orang yang betul-betul menghendaki bebas atau terlepas dari kesusahan dan kemalangan adalah mereka harus mengadakan perobahan yang baik dalam diri mereka. Apabila perobahan dimaksud sudah tercapai maka barkat-barkat  dan nikmat serta karunia Allah swt akan segera turun kepada mereka sesuai dengan janji-janji-Nya.</p>
<p>	Huzur bersabda bahwa sangat perlu sekali bagi mereka itu untuk merenungkan dengan penuh perhatian terhadap masalah ini terutama untuk memohon ampunan dari Allah swt dan setiap orang Ahmady harus berusaha untuk memberi penerangan dan pengertian tentang itu terhadap orang-orang Muslim disekitar lingkungan tempat tinggal mereka. </p>
<p>	Diakhir Ayat tersebut difirmankan :   وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال<br />
Artinya : dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Jadi jika tidak ada wujud lain kecuali Allah sebagai Penolong, Yang bisa melindungi kita semua dari setiap gangguan dan serangan Syaitan, maka kita harus mencari Dia dan harus menjadikan-Nya sebagai sahabat atau teman. Dan jika sekalipun umat Islam disana setiap hari menunaikan salat lima waktu dengan patuh, melakukan ibadah puasa dibulan Ramdhan dan puluhan ribu orang setiap tahun menunaikan ibadah Haji, namun tidak menimbulkan sebarang kebaikan bahkan timbul kemunduran dan kehancuran secara nasional, tentu terdapat kekurangan didalam cara menunaikan ibadah mereka terhadap Allah swt. Semoga ummat Islam di Pakistan memahami keadaan sebenarnya yang tengah berlaku disana dan semoga hati mereka runduk sepenuhnya terhadap Allah swt.<br />
	Allah swt telah menguraikan masalah tersebut didalam surah Al Anfal ayat 54 sebagai berikut : </p>
<p>ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ‏</p>
<p>Artinya : Yang demikian itu adalah karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Allah swt tidak pernah merampas kembali anugerh nikmat-Nya yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, melainkan manusia sendiri yang mensia-siakan anugerah nikmat-Nya itu dengan melakukan keburukan sehingga menjadikan dirinya bernasib buruk dan malang. Alqur’an tidak semata-mata hanya menceritakan perkara-perkara yang telah berlalu, melainkan menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi orang-orang beriman dimasa sekarang dan mereka harus selalu waspada dan selalu menghargai dan mensyukuri nikmat-nikmat luar biasa yang telah mereka terima dari Allah swt. Allah swt berfirman …<br />
وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِىْ telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas-mu … nikmat ini dan berkat ini telah dianugerahkan kepada kita dalam bentuk Kitab Suci Alqur’an dan kita telah diperintah untuk mengamalkan ajaran-ajarannya didalam peri kehidupan kita sehari-hari. Apabila kita ikuti semua perintah-Nya ini maka kita sendiri akan menjadi orang-orang yang soleh dan sesuai firman-Nya Dia akan menjadi Penolong kita dan Dia akan menjelma sebagai Maula atau Pelindung kita. </p>
<p>	Apakah orang-orang Muslim diseluruh dunia belum juga menyadari mengapa mereka luput dari berkat-berkat firman Tuhan yang artinya : Kamu adalah ummat terbaik dibangkitkan demi kebaikan umat manusia..?? Ummat yang telah diciptakan demi faedah manusia itu, mengapa mereka luput dari nikmat-nikmat dan karunia Allah swt ? Sebab mereka sedang saling bunuh-membunuh satu dengan yang lain. Beberapa hari yang lalu telah terjadi letupan bomb di kota Peshawar yang dikendalikan dari jauh dengan remote control. Lalu terjadi lagi bomb bunuh diri yang disusul dengan pembunuhan terhadap orang-orang Ahmady dan yang lainnya juga atas nama agama. Macam kebaikan apakah yang mereka lakukan ini ?  Perkara demikian sangat perlu untuk dipikirkan oleh mereka dan mereka harus merubah pola pikir mereka untuk mengubah sikap kearah kebaikan. Jika tidak, apabila taqdir Tuhan sudah mulai bergerak untuk menghukum mereka, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya atau mencegahnya lagi. </p>
<p>	Perbuatan baik orang lain juga harus bisa diambil contoh dan harus menjadi contoh bagi mereka. Orang-orang Ahmady juga harus mengadakan pemeriksaan dan penilaian terhadap diri masing-masing jika sesungguhnya mereka ada dipihak yang benar. Mereka harus selalu mengawasi perilaku orang-orang itu terutama yang tinggal disekitar lingkungan masing-masing. Mereka harus selalu mensyukuri karunia Allah swt yang telah turun  kepada mereka. Jika hal itu tetap dipertahankan maka Allah swt akan selalu menjadi Penolong dan Pelindung kita semua sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan tidak akan ada yang bisa mengganggu dan menghancurkan Jema’at kita. Oleh sebab itu Allah swt berfirman : </p>
<p>ۚ فَاَقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوْا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِؕ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ‌ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر</p>
<p>Artinya : … Maka dirikanlah salat dan bayarlah zakat dan berpeganglah dengan teguh kepada Allah. Dialah Pemelihara-mu. Maka Dialah sebaik-baik Pemelihara dan sebaik-baik Penolong (Al Hajj : 79) Ini merupakan kewajiban bagi semua orang-oran beriman untuk menunaikan salat karena melalui ibadah salat itu setiap orang bisa berobah menjadi orang yang baik dan saleh. Harta orang-orang beriman bisa menjadi suci bersih dengan membelanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah dan berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Allah swt. Dan hal itu bisa memperteguh tauhid dan keyakinan terhadap Allah Yang Maha Tunggal sebagai Penolong dan Pelindung yang sejati.<br />
	Didalam surah Al Maidah ayat 56-57 Allah swt berfirman sebagai berikut : </p>
<p>اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ‏&#8211; وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْن </p>
<p>Artinya : Sesungguhnya penolong-penolong-mu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang dawam mendirikan salat dan membayar zakat dan mereka ta’at kepada Allah – Dan barangsiapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan mereka yang beriman sebagai penolong, maka sesungguhnya Jema’at Allah pasti menang. Disini “ beribadahlah hanya kepada Allah” berarti bahwa orang yang sungguh-sungguh dan secara sempurna beriman kepada Allah dan keimanannya benar-benar suci dari setiap jenis pelanggaran. Mereka itulah kumpulan orang-orang yang akan memperoleh kemenangan dan kejayaan dan mereka itulah sahabat-sahabat Tuhan dan Tuhan  adalah Sahabat mereka. </p>
<p>	Didalam sebuah Hadis Qudsi Allah swt berrfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw “ Barang siapa yang menjadi musuh terhadap sahabat-Ku maka Aku akan nyatakan perang kepadanya. Aku ingin hamba-Ku mendekat kepada-Ku melalui apa yang telah diwajibkan kepadanya. Hamba-Ku yang selalu mendekatkan dirinya kepada-Ku melalui nawafil sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi matanya dengan mana ia biasa melihat, Aku menjadi tangannya dengan apa ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan apa ia berjalan. Jika ia memohon sesuatu dari pada-Ku, pasti Aku mengabulkannya. Jika ia memohon perlindungan-Ku pasti Aku beri perlindungan kepadanya. Aku tidak mempunyai keraguan sedikitpun tentang hamba-Ku mecuali ketika Aku akan mencabut nyawa seorang mukmin. Ia tidak suka kematian dan Aku juga tidak suka memberi kesulitan terhadap hamba-Ku” Demikianlah perhatian dan perlindungan Tuhan terhadap hamba-Nya yang beriman.  Jika manusia mengamalkan setiap perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan maka Tuhan akan menjadi Maula-nya (Pelindngnya). Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua untuk menjadi orang-orang soleh yang selalu mendekatkan diri kepada Maula kita yang sejati sehingga kita sentiasa menerima pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin !!!</p>
<p>Alih Bahasa : Hasan Basri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=11&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-ringkasan-khutbah-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Tuhan Al Wali (The Friend)</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-wali-the-friend/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-wali-the-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091023]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-wali-the-friend/</guid>
		<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community October 23 rd , 2009 Oktober 23 rd, 2009 NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=10&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 23 rd , 2009 Oktober 23 rd, 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Among the Divine attributes, one is Al Wali (The Friend).  According to lexicon it means, a helper, a Being that takes care of all matters of the entire universe and all creation. Di antara sifat-sifat Ilahi, salah satu adalah Al Wali (The Friend). Menurut kosa kata itu berarti, seorang penolong, sebuah Menjadi yang menangani semua hal dari seluruh alam semesta dan semua ciptaan. It also connotes a friend who is compliant. Ini juga mengandung arti teman yang sudah memenuhi persyaratan. It is stated in Surah Al Baqarah &#8216;Allah is the friend of those who believe…&#8217; God is the Helper of believers and fulfils their needs, guides them and establishes their reasoning and proofs. Hal ini dinyatakan dalam Surah Al Baqarah &#8216;Allah adalah teman dari orang-orang yang beriman &#8230; &#8220;Allah adalah Penolong kaum beriman dan memenuhi kebutuhan mereka, membimbing mereka dan membentuk penalaran mereka dan bukti-bukti. The complete verse is thus: &#8216;Allah is the friend of those who believe: He brings them out of every kind of darkness into light. Ayat lengkap demikian: &#8220;Allah adalah teman dari orang-orang yang beriman: Dia membawa mereka keluar dari segala macam kegelapan menjadi cahaya. And those who disbelieve, their friends are the transgressors who bring them out of light into every kind of darkness. Dan orang-orang yang kafir, teman-teman mereka yang melampaui batas yang membawa mereka keluar dari cahaya ke setiap jenis kegelapan. These are the inmates of the Fire; therein shall they abide.&#8217; (2:258) . Ini adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. &#8216;(2:258). Truth is that God is the Friend of those who believe whose belief is free from worldly contamination and continues to traverse stages of development. Kebenaran adalah bahwa Allah adalah teman dari orang-orang yang beriman keyakinan yang bebas dari kontaminasi duniawi dan terus untuk melewati tahap-tahap perkembangan. It takes them out of darkness and into light; ie out of spiritual and physical weak points towards advancement and strength. Ini membawa mereka keluar dari kegelapan dan menjadi cahaya; yaitu keluar dari rohani dan kelemahan fisik terhadap kemajuan dan kekuatan. God thus declares here that He will bless those who believe, with spiritual and physical success on an individual as well as communal level and will release them from troubles. Dengan demikian Allah menyatakan disini bahwa Ia akan memberkati orang-orang yang beriman, dengan kesuksesan spiritual dan fisik pada individu maupun tingkat komunal dan akan melepaskan mereka dari masalah. This is conditional to continual spiritual advancement after the initial belief. Ini merupakan sesuatu yang kondisional untuk terus-menerus kemajuan spiritual setelah keyakinan awal. Those who seek this through abiding by God&#8217;s commandments, God truly becomes their Friend and no opposition, no force on this earth can destroy them. Mereka yang mencari ini melalui mematuhi perintah-perintah Allah, Tuhan benar-benar menjadi teman mereka dan tidak ada oposisi, tidak ada kekuatan di dunia ini dapat menghancurkan mereka.</p>
<p>God states that a believer does go through difficulties and has to endure loss of life, property and children. Allah menyatakan bahwa seorang mukmin tidak pergi melalui kesulitan dan harus menanggung hilangnya nyawa, harta benda dan anak-anak. How could it then signify that God takes believers out of physical weak points? Bagaimana mungkin hal itu kemudian menandakan bahwa Tuhan membutuhkan orang-orang percaya keluar dari titik-titik lemah fisik? Of course one may say that there could be spiritual advancement during difficulty, but not physical. Tentu saja orang bisa mengatakan bahwa mungkin ada kemajuan rohani selama kesulitan, tetapi tidak fisik. It should be remembered that when a believer has firm faith in God he/she does not just have personal benefit in view. Harus diingat bahwa ketika seorang mukmin memiliki iman yang teguh kepada Allah dia tidak hanya mempunyai keuntungan pribadi dalam pandangan. Rather he/she keeps a communal perspective and the personal loss can be a source of communal advancement, especially if it is in the cause of faith. Melainkan ia / dia punya perspektif komunal dan kerugian pribadi dapat menjadi sumber kemajuan komunal, terutama jika berada dalam penyebab iman. In the days of early Islam the colossal sacrifices of Muslims made in the face of relentless persecution most certainly did not go to waste. Pada masa awal Islam pengorbanan kolosal umat Islam dibuat dalam menghadapi penganiayaan terus-menerus pasti tidak pergi ke limbah. Muslims were very few in number yet their sacrifices increased them in faith and communal advancement. Islam sangat sedikit jumlahnya meningkat namun pengorbanan mereka mereka dalam iman dan komunal kemajuan. The persecution did not stop other pious-souls to come into the fold of Islam. Penganiayaan itu tidak berhenti-jiwa saleh lainnya untuk masuk ke dalam bingkai Islam. Then, the cruelty forced them to migrate and this opened further doors of advancement. Kemudian, kekejaman memaksa mereka untuk bermigrasi dan ini membuka pintu lebih lanjut kemajuan. They grew in numbers as well as financially until the time came when the once-fierce enemy was subjugated by the Muslims. Mereka tumbuh dalam jumlah maupun finansial sampai waktunya tiba ketika sekali-musuh sengit ditundukkan oleh kaum Muslim.</p>
<p>In the history of the Ahmadiyya Community each adverse chapter and phase of trial has also been a source of spiritual as well as material and physical progress. Dalam sejarah Ahmadiyah yang merugikan Masyarakat masing-masing bab dan tahap persidangan juga telah menjadi sumber spiritual maupun material dan kemajuan fisik. Had we not faced the tribulation of 1974, a section of the Community that left Pakistan and spread all over the world would not have done so. Seandainya kita tidak menghadapi penderitaan tahun 1974, bagian dari Komunitas yang meninggalkan Pakistan dan tersebar di seluruh dunia tidak akan melakukannya. Among those who emigrated some worked on small agricultural holdings, some had small businesses, others held minor jobs. Di antara orang-orang yang berhijrah beberapa bekerja di pertanian kecil kepemilikan, beberapa memiliki usaha kecil, lain menahan pekerjaan kecil. Great resources for the education of children were not there or if the resources were there, the environment was not conducive. Besar sumber daya untuk pendidikan anak-anak tidak ada di sana atau jika sumber daya yang ada di sana, lingkungan tidak kondusif. The Pakistani counterparts of the young people who have attained further education and doctorates in Europe have not been able to attain similar education. Pakistan mitra dari orang-orang muda yang telah mencapai pendidikan lebih lanjut dan doktor di Eropa belum mampu mencapai pendidikan serupa. They were either not inclined or they did not have the resources. Mereka cenderung tidak baik atau mereka tidak memiliki sumber daya. The Ahmadis who have emigrated to the West should always remember that as they had to leave their homeland because of their faith, God has granted them prosperity and the Community has also grown in numbers as well as financially. Para Ahmadi yang telah beremigrasi ke Barat harus selalu ingat bahwa ketika mereka harus meninggalkan tanah air mereka karena iman mereka, Allah telah memberi mereka kemakmuran dan Masyarakat juga tumbuh dalam jumlah maupun finansial. With the individual academic achievements the communal level of education has also risen. Dengan prestasi akademik individu tingkat komunal pendidikan juga meningkat. This should take each Ahmadi closer to God and enhance them in faith rather than get embroiled in arrogance or conceit. Ini akan membawa setiap Ahmadi lebih dekat kepada Tuhan dan meningkatkan iman mereka daripada mendapatkan terlibat dalam keangkuhan atau kesombongan. God has proved to be The Friend, it is up to us now to prove ourselves to also be His true servants. Allah telah terbukti untuk menjadi The Friend, terserah kepada kita sekarang untuk membuktikan diri kita untuk juga menjadi hamba-hamba-Nya yang sejati. This progress did not only fall into the lot of those who emigrated. Kemajuan ini tidak hanya jatuh ke dalam banyak orang-orang yang beremigrasi. The Pakistani Ahmadis whose businesses were ruined because of the troubles were also blessed with prosperity. Ahmadi Pakistan yang bisnisnya hancur karena masalah itu juga diberkati dengan kemakmuran. Al Wali is a Friend and a Helper. Al Wali adalah Teman dan Penolong. God has been a real Friend and has bestowed us with success. Allah telah nyata dan telah menganugerahkan Teman kita dengan sukses.</p>
<p>When our enemies tried to restrict us in 1984 and the Khalifa of the time had to migrate from Pakistan, who was it that helped? Ketika musuh-musuh kita mencoba untuk membatasi kita pada tahun 1984 dan pada masa Khalifa harus bermigrasi dari Pakistan, siapa yang membantu? The very same Friend and Helper, the Being Who has power over everything. Teman yang sama dan Penolong, yang Menjadi Siapa yang berkuasa atas segala sesuatu. God helped Hadhrat Khalifatul Masih IV (may Allah have mercy on him) in a way that no worldly friend could. Allah menolong Hadhrat Khalifatul Masih IV (semoga Allah kasihanilah dia) dengan cara yang tidak ada teman duniawi bisa. The Community progressed amazingly in numbers and spiritually through the medium of MTA. Komunitas kemajuan luar biasa dalam jumlah dan rohani melalui media MTA. One voice of guidance could be heard simultaneously throughout the world. Salah satu panduan suara bisa didengar secara serentak di seluruh dunia. The aforementioned verse indicates promise of physical progress to those who believe and those who do not believe are indicated to move towards darkness, thus relating in principle that they are Satan&#8217;s associates. Ayat tersebut menunjukkan kemajuan fisik janji untuk orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak percaya akan ditandai untuk bergerak ke arah kegelapan, sehingga berkaitan pada prinsipnya bahwa mereka adalah rekan setan.</p>
<p>At the time the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) made his claim of prophethood and called people of Makkah towards guidance, the leaders of the Quraish tribe were deemed sagacious who did some good deeds. Pada waktu Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) membuat klaim kenabian dan memanggil orang-orang dari Mekah menuju bimbingan, para pemimpin suku Quraisy dianggap cerdas yang melakukan perbuatan baik. However, in their rejection of the Truth, they were deceived by the Satan and as a result were also deprived from doing the good deeds that they did and were eventually destroyed. Namun, dalam penolakan mereka terhadap kebenaran, mereka ditipu oleh setan dan sebagai hasilnya juga dicabut dari melakukan perbuatan baik yang mereka lakukan dan akhirnya dihancurkan. Abul Hakam became Abul Jahl and was disgraced and now till the end of time will be known as Abul Jahl and his friend was none other than Satan. Abul Abul Hakam menjadi Jahal dan dipermalukan dan sekarang sampai akhir zaman akan dikenal sebagai Abul Jahal dan temannya itu tak lain dari setan. However, the negro slave, Bilal became a friend of God due to the light of belief and now till the end of time will be known as Syeddna Bilal. Namun, negro budak, Bilal menjadi sahabat Allah karena cahaya keyakinan dan sekarang sampai akhir zaman akan dikenal sebagai Syeddna Bilal. Similarly those who rejected the Promised Messiah (on whom be peace) were taken over by darkness whereas those previously ignorant, most notorious and corrupt, in accordance to God&#8217;s promise, traversed in spiritually after accepting him. Demikian pula orang-orang yang menolak Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) diambil alih oleh kegelapan, sedangkan orang yang sebelumnya bodoh, yang paling terkenal dan korup, sesuai dengan janji Allah, melintasi dalam rohani setelah menerima dia. Those who reject Prophets of God tumble down in darkness because of their rejection and Satan fills them with rancour and malice and God declares that their end is very bad.  They will burn in the fire of jealousy in this world. Mereka yang menolak Nabi-nabi Allah jatuh terurai dalam kegelapan karena penolakan mereka dan setan mengisi mereka dengan dendam dan kebencian dan Allah menyatakan bahwa akhir mereka sangat buruk. Mereka akan terbakar dalam api cemburu di dunia ini.</p>
<p>According to lexicon waliullah is one who is a friend of God, that is, in His complete subservience. Menurut leksikon waliullah adalah orang yang adalah sahabat Allah, yaitu, di dalam sikap tunduk lengkap. A believer is termed as waliullah but not molaAllah. Seorang mukmin disebut sebagai waliullah, tetapi tidak molaAllah. God states in Surah Muhammad &#8216;That is because Allah is the Protector of those who believe, and as for the disbelievers, there is no protector for them.&#8217; (47:12) . Allah menyatakan dalam Surah Muhammad &#8220;Itu adalah karena Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman, dan sebagai bagi orang-orang kafir, tidak ada pelindung bagi mereka.&#8221; (47:12). In a verse before this God states, &#8216;O ye who believe! Dalam ayat sebelumnya Allah menyatakan, &#8216;Hai kalian yang percaya! if you help the cause of Allah, He will help you and will make your steps firm.&#8217; (47:8) This verse counsels the Muslims to come after the time of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) that it is obligatory on them to help the religion of God and this alone will give them God&#8217;s help in return. jika Anda membantu demi Allah, Dia akan menolong Anda dan akan membuat langkah-langkah tegas. &#8216;(47:8) Ayat ini nasihat umat Islam untuk datang setelah masa Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) yang itu merupakan kewajiban bagi mereka untuk membantu agama Allah dan ini sendiri akan memberi mereka pertolongan Allah sebagai balasannya. In particular during the time of the Promised Messiah (on whom be peace), when revival of faith was to take place, it is their absolute obligation to help. Secara khusus pada masa Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian), ketika kebangkitan iman itu terjadi, itu adalah kewajiban mutlak mereka untuk membantu. Those who do not believe [the Promised Messiah] will meet a similar faith as those who rejected the earlier Prophets. Mereka yang tidak percaya [yang Dijanjikan Mesias] akan bertemu dengan iman yang sama seperti mereka yang menolak nabi-nabi sebelumnya. This is serious food for thought for the Muslims. Ini adalah bahan pemikiran serius bagi umat Islam. God&#8217;s promise of help and succour stands. Janji Allah bantuan dan memberi pertolongan berdiri. In spite of being called Muslim many correspondents fill column inches writing that they are suffering from a lack of faith and are also going through a decline in the material sense. Meskipun disebut muslim banyak mengisi kolom inci koresponden menulis bahwa mereka sedang menderita dari kurangnya iman dan juga sedang mengalami penurunan dalam arti materiil. They acknowledge that somewhere along the line they have displeased God. Mereka mengakui bahwa di suatu tempat di sepanjang garis mereka senang Allah. There is still time for them to accept the Imam of the age, take the salutation of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) to him and not lose out on the obduracy that the door to prophethood has closed. Masih ada waktu bagi mereka untuk menerima Imam zaman, mengambil salam dari Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan dia tidak kehilangan di atas sifat keras kepala bahwa pintu kenabian telah tertutup.</p>
<p>They should study the sayings of holy men of Islam of the past and not follow the so-called religious leaders. Mereka harus mempelajari perkataan-perkataan orang-orang suci Islam masa lalu dan tidak mengikuti apa yang disebut sebagai pemimpin agama. In his book, &#8216;Futûhât al-Makkiyya&#8217; , Hadhrat Muhiyudin ibn Arabi said that the prophethood that was finalized on the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was law-bearing prophethood, however a prophet, who is in complete subordination of the Shariah (religious law) of Islam, can come in the future.  He said that prophethood had not completely ceased to be. Dalam bukunya, &#8216;Futuhat al-Makkiyya&#8217;, Hadhrat Ibnu Arabi Muhiyudin mengatakan bahwa kenabian yang diselesaikan pada Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah hukum-bantalan kenabian, tetapi seorang nabi, yang berada di lengkap subordinasi Syari&#8217;ah (hukum agama) Islam, dapat datang di masa depan. Dia mengatakan bahwa kenabian belum sepenuhnya berhenti menjadi. With reference to the Hadith of &#8216;la nabi ba&#8217;adi&#8217; (there is no prophet after me) Hadhrat Muhiyudin ibn Arabi wrote that the connotation of this Hadith is exactly the same as the connotation of the saying of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) &#8216;when this Kaiser will be killed there will be no other Kaiser&#8217;. Dengan mengacu pada Hadis dari &#8216;la nabi ba&#8217;adi&#8217; (tidak ada Nabi setelah saya) Hadhrat Muhiyudin ibn &#8216;Arabi menulis bahwa konotasi dari hadis ini adalah persis sama dengan konotasi dari perkataan Nabi Suci (damai dan berkat Allah ada di dia) &#8216;ketika Kaiser ini akan dibunuh tidak akan ada Kaiser lain&#8217;. Hadhrat Imam Sherani wrote in &#8216;Al Yawaqeet wal Jowahar&#8217; that the Hadith of &#8216;la nabi ba&#8217;adi&#8217; signifies that there will be no law-bearing prophet after me. Hadhrat Imam Sherani menulis dalam &#8216;Al Yawaqeet wal Jowahar&#8217; bahwa hadis dari &#8216;la nabi ba&#8217;adi &#8220;menandakan bahwa tidak akan ada hukum-bantalan nabi setelah aku.  Hadhrat Mullah Ali Qari wrote in his book &#8216;Mauzuat Kabir&#8217; that the Holy Prophet&#8217;s (peace and blessings of Allah be on him) saying that had Ibrahim (the Holy Prophet&#8217;s infant son) survived, he would have been a prophet is not contrary to the belief of Khatamun Nabiyeen (finality of prophethood) because the term Khatamun Nabiyeen signifies that after the Prophet no such prophet can come who will abrogate his Shariah and who is not from his ummah.  Indeed Hadhrat A&#8217;ishah (may Allah be pleased with her) said that you may say that the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) is Khatamun Nabiyeen but do not say that there will be no prophet after him. Hadhrat Mullah Ali Qari menulis dalam bukunya &#8216;Mauzuat Kabir&#8217; bahwa Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) mengatakan bahwa Ibrahim itu (Nabi Suci putranya yang masih bayi) selamat, ia akan menjadi seorang nabi tidak bertentangan dengan kepercayaan Khatamun Nabiyeen (finalitas kenabian) karena istilah Khatamun Nabiyeen menandakan bahwa setelah Nabi tidak ada seperti itu dapat datang nabi yang akan membatalkan syariat-Nya dan siapa yang bukan dari ummat. Memang Hadhrat Aisyah (ra dengan dia) mengatakan bahwa Anda mungkin mengatakan bahwa Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) adalah Khatamun Nabiyeen tetapi tidak mengatakan bahwa tidak akan ada nabi setelah dia.</p>
<p>If people reflected on the verses of the Holy Qur&#8217;an and these references everything would come to light. Jika orang tercermin pada ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan referensi ini semuanya akan datang kepada cahaya. How else would God give respite to one who attributed revelations to God, who claimed to receive Divine revelations and also have clear Divine help and succour with him? Bagaimana lagi Allah memberi tangguh kepada seseorang yang diberikan wahyu kepada Allah, yang mengaku menerima wahyu Ilahi dan juga memiliki Ilahi yang jelas membantu dan memberi pertolongan dengan dia? God revealed to the Promised Messiah (on whom be peace), &#8216;God is my Guardian and my Providence.&#8217; Tuhan mewahyukan kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian), &#8220;Allah adalah Guardian dan Providence saya.&#8221; (Tadhkirah p. 479).  In 1883 God revealed to him, &#8216;Hearken, there is no fear on the friends of Allah, nor do they grieve.&#8217; (Tadhkirah hal 479). Pada tahun 1883 Tuhan mewahyukan kepadanya, &#8216;mendengarkan, tidak ada rasa takut pada teman-teman Allah, juga tidak mereka bersedih hati. &#8221; (Tadhkirah p. 128). (Tadhkirah hal 128). It was on numerous occasions that God gave proof that He was a friend of the Promised Messiah (on whom be peace). Itu pada berbagai kesempatan bahwa Allah memberikan bukti bahwa Dia adalah seorang teman dari Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian). In 1886 He revealed to him, &#8216;God…will convey thy message to the ends of the earth&#8217;. Pada tahun 1886, Dia mewahyukan kepadanya, &#8216;Tuhan &#8230; akan menyampaikan pesan-Mu sampai ke ujung bumi &#8220;. This is a separate revelation from the latter revelation about Tabligh taken to the ends of the earth. Ini adalah wahyu yang terpisah dari wahyu yang terakhir tentang Tabligh dibawa ke ujung bumi. In 1886 Qadian had no semblance of any means of proper transport apart from horse-driven carriage. Qadian pada tahun 1886 tidak mempunyai kemiripan dari setiap sarana transportasi yang tepat selain dari kereta kuda-driven. Yet, God made this promise to the Promised Messiah (on whom be peace) in that village. Namun, Tuhan membuat janji ini kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) di desa itu. Today, some say that what if your message is being transmitted via MTA, we too have our web sites and our TV channels to broadcast against you. Hari ini, beberapa orang mengatakan bahwa apa jika pesan Anda sedang dikirim melalui MTA, kita juga memiliki situs web kami dan kami saluran TV untuk menyiarkan melawan Anda. What is worth thinking is that did any of them, without having any resources and after being told by God announce that their message will be carried to far flung parts of the world? Apa yang berharga berpikir adalah bahwa tidak satu pun dari mereka, tanpa memiliki sumber daya dan setelah diberi tahu oleh Allah mengumumkan bahwa pesan mereka akan dibawa ke jauh melemparkan belahan dunia? Let alone a hundred years, which is a long time, did any of them make any such claim just a few years ago? Apalagi seratus tahun, yang merupakan waktu yang lama, tidak satu pun dari mereka membuat klaim seperti itu hanya beberapa tahun yang lalu? If there, let him come forward. Jika ada, biarkan dia maju. Truth is, no one has ever been able to come forward in this regard, but of course it is very easy to object and protest. Kebenaran adalah, tidak ada seorang pun pernah bisa maju dalam hal ini, tapi tentu saja sangat mudah untuk objek dan protes. It is in fact the torment of jealousy that they cannot bear. Ini sebenarnya adalah siksaan iri bahwa mereka tidak tahan. Indeed God has stated that from light they will go towards darkness.  Our Protector is God and He demonstrates to us that He is also our Friend, Helper and Guardian at every step and continually blesses us with His grace. Sesungguhnya Allah telah menyatakan bahwa dari cahaya mereka akan pergi menuju kegelapan. Pelindung kita adalah Allah dan Dia menunjukkan kepada kita bahwa Ia juga merupakan Teman kita, Penolong dan Guardian di setiap langkah dan terus-menerus memberkati kita dengan rahmat-Nya. May He also enable us to honour His rights so that we continue to have His beneficence for He has consoled us with: &#8216;…What an excellent Protector and what an excellent Helper&#8217; (8:41) . Mungkin Dia juga memungkinkan kita untuk menghormati hak-hak-Nya sehingga kita terus memiliki kebaikan-Nya karena Dia telah menghibur kita dengan: &#8220;&#8230; Apa yang sangat baik Pelindung dan apa yang sangat baik Penolong &#8216;(8:41).</p>
<p>Next Huzur announced the funeral Prayers in absentia of the following: Zulfiqar Mansoor sahib of Quetta was martyred by some extremists on 11 October. Selanjutnya Huzur mengumumkan pemakaman salat in absentia berikut: Zulfiqar Mansoor Sahib Quetta adalah martir oleh beberapa ekstremis pada tanggal 11 Oktober. He was kidnapped a month ago and a huge ransom was demanded. Ia diculik sebulan yang lalu dan uang tebusan besar dituntut. The ransom was being arranged but it was discovered that his body was found in the woods. Tebusan sedang diatur tetapi ditemukan bahwa tubuhnya ditemukan di hutan. He was a very active Khadim, naib qaid Khuddam and was an honest person. Dia adalah seorang yang sangat aktif Khadim, naib qaid Khuddam dan adalah orang yang jujur. Two of his uncles had also been martyred in the past. Dua pamannya juga menjadi martir di masa lalu. His great-grandfather was a companion of the Promised Messiah. Kakek buyutnya adalah seorang teman dari Mesias yang Dijanjikan. He leaves behind an elderly mother, a widow and two children. Dia meninggalkan ibu tua, seorang janda dan dua anak. May God stand them steadfastness. Semoga Allah berdiri mereka ketabahan.</p>
<p>Our friend from Egypt, Muhammad Ashwa sahib passed away on 14 October, He was an elder from Syria and was an exemplary Ahmadi. Teman kita dari Mesir, Muhammad Sahib Ashwa meninggal pada tanggal 14 Oktober, Dia adalah seorang penatua dari Suriah dan merupakan teladan Ahmadi. He had a bond of ardent love with Khilafat. Dia memiliki ikatan cinta dengan Khulafa bernafsu. He was a pious, righteous person who worked extremely conscientiously. Dia adalah seorang yang saleh, orang benar yang bekerja sangat teliti. He had great emotional devotion to the Promised Messiah (on whom be peace). Dia telah besar pengabdian emosional kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian). He was a lawyer and had helped many Ahmadis in his professional capacity. Dia adalah seorang pengacara dan telah membantu banyak Ahmadi dalam kapasitas profesional. Huzur related the incident of his bai&#8217;at in detail. Huzur terkait peristiwa bai&#8217;at-nya secara rinci. May God elevate his station and may He enable his family to stay firm on Ahmadiyyat. Semoga Allah mengangkat stasiun dan mungkin Dia memungkinkan keluarganya untuk tetap teguh pada Ahmadiyah. Muhammad Owais and Muhammad Malas are two of his grandsons, currently in the UK working for MTA. Muhammad Owais dan Muhammad Malas adalah dua orang cucu, saat ini di Inggris bekerja untuk MTA.</p>
<p>Mian Rasul sahib from Okara, Pakistan. Rasul Mian Sahib dari Okara, Pakistan. He was a Moosi, son of a companion of the Promised Messiah. Dia adalah seorang Moosi, putra seorang teman dari Mesias yang Dijanjikan. He was possessed of extraordinary good qualities. Dia memiliki sifat-sifat baik yang luar biasa. Many non-Ahmadis attended his funeral Prayer and said that they felt as if they had been orphaned. Banyak orang non-Ahmadi menghadiri pemakamannya Doa dan mengatakan bahwa mereka merasa seolah-olah mereka telah menjadi yatim piatu.</p>
<p>Zafar Ahmad Mansoor sahib who passed away on 9 October at the age of 60. Ahmad Mansoor Zafar sahib yang meninggal pada 9 Oktober pada usia 60. He was a missionary who had served in Western Africa. Dia adalah seorang misionaris yang pernah bertugas di Afrika Barat. He was a very hard working person, Huzur knew him from childhood. Dia adalah orang yang bekerja sangat keras, Huzur kenal dia dari masa kanak-kanak. He leaves behind a widow two sons and daughters. Ia meninggalkan seorang janda dua anak laki-laki dan perempuan. May God keep them all in His protection. Semoga Allah menjaga mereka semua dalam perlindungan-Nya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=10&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-wali-the-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat Tuhan Al Matin (The Strong)</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-matin-the-strong/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-matin-the-strong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091016]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community October 16 th , 2009 Oktober 16 Mei 2009 NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=8&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 16 th , 2009 Oktober 16 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzur gave a discourse on the Divine attribute of Al Matin (The Strong). Huzur memberikan wacana tentang atribut Ilahi Al Matin (The Strong). Huzur said the word Matin has been mentioned in the Holy Qur&#8217;an three times, in Surah Al A&#8217;raf, Surah Al Dhariyat and Surah Al Qalam. Huzur mengucapkan kata Matin telah disebutkan dalam Alquran tiga kali, dalam Surah Al A&#8217;raaf, Surah Al Dhariyat dan Surah Al Qalam. In each instance the word describes the Divine quality and it cites the wretched ending of those who reject the Truth. Dalam setiap contoh kata yang menggambarkan kualitas Ilahi dan malang mengutip akhir dari orang-orang yang menolak Kebenaran. Explaining the meanings of the word Matin, Huzur said it is used in general terms as well as for God, connoting similar meanings although for God its scope is expansive. Menjelaskan makna dari kata Matin, kata Huzur digunakan dalam istilah umum juga untuk Tuhan, makna serupa connoting Allah walaupun untuk ruang lingkup yang luas. A person with a strong back is called matin , also the muscles surrounding the backbone are also referred to as matin .  The word also means something solid, again, a physically robust person with a strong back. Seseorang dengan punggung yang kuat disebut matin, juga otot-otot yang mengelilingi tulang punggung juga disebut sebagai matin. Kata juga berarti sesuatu yang padat, sekali lagi, orang yang kuat secara fisik dengan punggung yang kuat. For God the word signifies a Being Who has power and is Strong, it signifies a Being that is so Strong, fatigue or tiredness, is unknown to Him. Karena Allah kata menandakan Menjadi Siapa yang memiliki kuasa dan Maha Kuat, itu menandakan sebuah Menjadi yang begitu kuat, kelelahan atau kecapaian, tidak diketahui-Nya.</p>
<p>By virtue of His attribute Al Matin, God seizes those who transgress against His beloved Prophets.  God&#8217;s Prophets do not have any knowledge of how He would seize their opponents other than if He so wills, He informs them of the specific way just as God informed the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) during the Battle of Badr of the specific spots where some of the chiefs of the enemy would fall. Berdasarkan atribut-Nya Al Matin, Tuhan merebut orang-orang yang melampaui batas terhadap Nabi-nabi yang dikasihi-Nya. Allah nabi tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana Dia akan merebut lawan mereka selain jika Dia menghendaki, Dia memberitahu mereka tentang cara spesifik sebagaimana Allah memberitahu Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) selama Pertempuran Badar dari titik-titik tertentu di mana sebagian dari kepala-kepala musuh akan jatuh.</p>
<p>&#8216;And those who reject Our Signs, We will draw them to destruction step by step in a manner which they do not know. And I give them the rein; surely, My plan is mighty&#8217; . &#8220;Dan orang-orang yang menolak ayat-ayat Kami, Kami akan menarik mereka kepada kebinasaan langkah demi langkah dengan cara yang mereka tidak tahu. Dan aku memberi mereka tali kekang; pasti, rencana saya adalah besar &#8216;. (Surah Al Ar&#8217;af – 7:183-184) (QS Al Ar&#8217;af &#8211; 7:183-184)</p>
<p>&#8216;So leave Me alone with those who reject this word of Ours . &#8216;Maka biarkanlah Aku sendiri dengan orang-orang yang menolak firman ini Ours. We shall draw then near to destruction step by step from whence they know not. And I give them respite; for My plan is strong&#8217; . Kami akan menarik kemudian dekat kepada kebinasaan langkah demi langkah dari mana mereka tidak mengetahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka, sebab rencana saya kuat &#8216;. (Surah Al Qalam, 68:45-46) (Surah Al Qalam, 68:45-46)</p>
<p>Huzur said the Meccans who rejected God&#8217;s signs and who relentlessly persecuted the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and his Companions did not know they had severe chastisement awaiting them. Huzur mengatakan Mekah yang menolak tanda Allah dan siapa yang terus-menerus menganiaya Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan para sahabatnya tidak tahu mereka menderita hukuman yang menunggu mereka. Its first manifestation was during the Battle of Badr. Manifestasi pertama adalah selama Pertempuran Badar. The aforementioned verses were both revealed in Mecca. Ayat tersebut sama-sama diturunkan di Mekkah. It is said that Surah Al Qalam was the fourth or the fifth Surah to be revealed. Dikatakan bahwa Surah Al Qalam adalah keempat atau kelima Surah untuk diungkapkan. The desperate condition of the Muslims at that time was extremely agonising. Kondisi yang putus asa umat Islam pada waktu itu sangat agonising. At that stage God consoled the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) that He is Matin, His chastisement is unyielding and the enemy would not escape it. Pada tahap ini Allah menghibur Nabi (kedamaian dan berkah Allah kepadanya) bahwa Dia adalah Matin, siksaan-Nya adalah pantang menyerah dan musuh tidak akan melarikan diri itu. History does not another example of the way arrogance of the Meccans was smashed during the Battle of Badr.  The aforementioned verses explain that those who reject God&#8217;s signs will be seized in a way that will take them by utter surprise. Sejarah tidak contoh lain dari cara arogansi orang Mekah itu hancur selama Pertempuran Badar. Para ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa mereka yang menolak tanda-tanda Allah akan disita di jalan yang akan membawa mereka dengan mengucapkan kejutan. The Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was thus assured not to be concerned by their rejection. Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya) dengan demikian terjamin untuk tidak khawatir dengan penolakan mereka. God told him that he should not consider that they will be successful or that they will succeed in driving the believers away, their matter was to be left with God Who is the Master of all powers, His chastisement would be so forceful that it would serve as a deterrent. Tuhan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak boleh menganggap bahwa mereka akan berhasil atau bahwa mereka akan berhasil dalam mendorong orang beriman pergi, masalah mereka akan menjadi kiri dengan Allah yang adalah Tuan dari segala kekuasaan, hukuman-Nya akan sangat kuat itu akan melayani sebagai penghalang. The respite given to them at time was in case they reformed themselves, not because God forbid, God was exhibiting weakness. Jeda yang diberikan kepada mereka pada waktu itu kalau mereka reformasi itu sendiri, bukan karena Allah melarang, Tuhan menunjukkan kelemahan. Everything is in God&#8217;s powers and that is why He has no haste. Semuanya dalam kekuasaan Allah dan itulah sebabnya Dia tidak tergesa-gesa. He would destroy them when He so wished. Dia akan menghancurkan mereka ketika Dia begitu berharap. If they did not desist He would reduce them to dust. Jika mereka tidak berhenti Dia akan mengurangi mereka menjadi debu. This was the consolation given to the Holy Prophet (peace and blessing of Allah be on him) when he was being persecuted in Mecca and the enemy was in power.  The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was God&#8217;s most beloved. Ini adalah penghiburan yang diberikan kepada Nabi Suci (damai dan berkat Allah berada di dirinya) ketika ia sedang dianiaya di Mekah dan musuh itu dalam kekuasaan. Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah Tuhan yang paling dicintai . God&#8217;s attribute of Matin came into force during the Battle of Badr as a great manifestation of His chastisement for those who persecuted and mistreated His beloved. Atribut Allah Matin diberlakukan selama Pertempuran Badar sebagai manifestasi besar hukuman-Nya bagi mereka yang dianiaya dan diperlakukan yang dikasihi-Nya. Two arch enemies, Atba and Abu Jahl, who considered themselves to be very powerful, met their wretched end in this battle. Dua lengkungan musuh, Atba dan Abu Jahal, yang menganggap diri mereka sangat kuat, bertemu celaka mereka berakhir dalam pertempuran ini. Abu Jahl had exceeded all others in his conceit and was a Pharaoh-like figure. Abu Jahal telah melampaui semua orang lain dalam kesombongan dan adalah seorang tokoh seperti Firaun. He was killed in battle by two Ansari youths. Ia tewas dalam pertempuran oleh dua pemuda Ansari. His last words were to the effect that if only he had not been killed by the hands of farmers. Kata-kata terakhirnya itu yang menyatakan bahwa jika saja ia tidak terbunuh oleh tangan petani. Huzur explained that the inhabitants of Medina were farming people and the Meccans looked down upon them for this and referred to them as farmers and here he was killed by the hands of farming youths! Huzur menjelaskan bahwa para penduduk Madinah adalah pertanian rakyat dan Mekah melihat ke bawah kepada mereka untuk ini dan menyebut mereka sebagai petani dan di sini ia dibunuh oleh tangan pemuda pertanian!</p>
<p>Twenty four Meccan chiefs were killed during the Battle of Badr. Dua puluh empat pemimpin-pemimpin Mekah tewas dalam Perang Badar. The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) instructed for their communal burial. Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) diarahkan untuk penguburan komunal mereka. During the burial, he came to the spot, stood by and asked out loud if they had found fulfilment of the promise that God had made to them through him; he had certainly received fulfilment of the promise God made to him. Selama pemakaman, ia datang ke tempat, berdiri dan bertanya dengan suara keras apakah mereka telah menemukan pemenuhan janji bahwa Allah telah membuat kepada mereka melalui dia, ia pasti menerima pemenuhan dari janji Allah kepada dia. Upon this Hadhrat Umer (may Allah be pleased with him) asked why was the Prophet addressing the dead men. Setelah ini Hadhrat Umer (ra dengan dia) bertanya mengapa Nabi berbicara kepada orang-orang mati. The Prophet replied that they dead men could indeed hear him from where they were. Nabi menjawab bahwa mereka memang orang mati bisa mendengar dari tempat mereka berada.</p>
<p>Huzur said the manifestation of God&#8217;s chastisement continued till the victory of Mecca. Huzur mengatakan manifestasi dari hukuman Allah dilanjutkan sampai kemenangan Mekah. The King of Persia tried to attack the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and God seized him through his son. Raja Persia mencoba untuk menyerang Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan Tuhan hukumlah Firaun melalui putranya. Divine retribution did not end here. Ilahi retribusi tidak berakhir di sini. A short while after the passing away of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) the kingdom of Persia came into the hands of the Muslims. Tak lama setelah meninggal Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) kerajaan Persia datang ke tangan kaum muslimin.  It is a sign of God&#8217;s power and strength that at the appointed time, He makes the weak overcome the strong. Ini adalah tanda kekuasaan Allah dan kekuatan yang pada waktu yang ditentukan, Dia membuat lemah mengalahkan yang kuat.</p>
<p>God does provide the enemies of Truth opportunities to reform. Allah tidak memberikan musuh Kebenaran kesempatan untuk reformasi. During the migration of the Holy Prophet from Mecca to Medina, there were three such occasions where, had the enemy stopped to think about the Power that was helping the Prophet and could have realised that the very same Power could also chastise them. Selama migrasi Nabi dari Mekah ke Madinah, ada tiga kejadian seperti itu di mana, punya musuh berhenti untuk berpikir tentang Kekuatan yang sedang membantu Nabi dan bisa menyadari bahwa daya yang sama juga bisa menghukum mereka. Firstly, when in spite of their guard the Prophet left his house. Pertama, ketika meskipun penjaga Nabi mereka meninggalkan rumahnya. Secondly, when he hid in the cave with Hadhrat Abu Bakr (may Allah be pleased with him) and the pursuers came as close as the mouth of the cave but seeing the spider&#8217;s web there did not do anything. Kedua, ketika ia bersembunyi di gua dengan Hadhrat Abu Bakr (ra dengan dia) dan pengejar datang sedekat mulut gua tapi melihat jaring laba-laba di sana tidak melakukan apa-apa. Thirdly, during the migration journey, despite the enemy&#8217;s efforts the Prophet reached Medina safely. Ketiga, selama perjalanan migrasi, walaupun upaya musuh Nabi mencapai Madinah dengan aman. In addition, there were many other instances that Huzur mentioned previously. Selain itu, ada banyak contoh lain yang Huzur disebutkan sebelumnya.</p>
<p>&#8216;And let not the disbelievers think that Our granting them respite is good for them; the result of Our granting them a respite will only be that they will increase in sin; and they shall have an humiliating punishment.&#8217; (Surah Al e Imran 3:179) &#8216;Dan janganlah orang-orang kafir berpikir bahwa kami memberi mereka istirahat yang baik bagi mereka, akibat dari Kami memberi mereka istirahat hanya akan bahwa mereka akan bertambah dosa; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. &#8220;(QS Al e Imran 3 : 179)</p>
<p>Huzur explained that while God gives respite so that the pious natured people may be identified, it also increases some in their evil ways. Huzur menjelaskan bahwa sementara Tuhan memberi tangguh sehingga hati orang-orang saleh dapat diidentifikasi, juga meningkatkan beberapa cara jahat mereka. It is then that the chastisement of the Most Powerful and Strong God comes and crushes the evil-doers to smithereens. Hal ini kemudian bahwa hukuman yang Maha Kuasa dan Kuat Allah datang dan meremukkan orang-orangyang lalim berkeping-keping. God gives the example of Pharaoh and how he was given respite but then he came under Divine chastisement. Allah memberikan contoh Firaun dan bagaimana ia diberi kelonggaran tetapi kemudian ia datang di bawah hukuman Tuhan. Similarly, the enemies of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) were warned by God that He would seize them, and seized them He did. Demikian pula, musuh-musuh Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) yang diperingatkan oleh Tuhan bahwa Ia akan membinasakan mereka, dan azab mereka Dia lakukan. The era of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was intense; it was a time of battles for the enemy continued to impose wars. Era Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah intens; itu adalah waktu pertempuran untuk musuh terus memaksakan perang. God&#8217;s chastisement also came in accordance. Siksaan Allah juga datang sesuai. They were humiliated by the very same design with which they persecuted Muslims. Mereka dipermalukan dengan desain yang sama dengan yang mereka dianiaya Muslim.</p>
<p>God&#8217;s attribute of Matin is in operation today as well. Atribut Allah Matin dalam operasi hari ini juga. Today too He exhibits signs of &#8216; And I give them respite; for My plan is strong&#8217;. However, the era of the Promised Messiah is not an era of the sword. Hari ini juga Dia menunjukkan tanda-tanda &#8216;Dan Aku memberi tangguh kepada mereka, sebab rencana saya kuat&#8217;. Namun, era Mesias yang Dijanjikan bukan merupakan era pedang. God has appointed different ways and means of His chastisement for different eras. Allah telah menetapkan berbagai cara dan sarana siksaan-Nya untuk berbagai era. Today, those who make dreadful allegations on the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) will be chastised in a way that is beyond our imagination. Hari ini, orang-orang yang membuat tuduhan mengerikan pada Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya) akan dihukum dengan cara yang berada di luar imajinasi kita. God certainly seized many in the era of the Promised Messiah (on whom be peace) to establish this. Allah pasti merebut banyak orang di era Mesias yang Dijanjikan (pada siapa yang akan perdamaian) untuk membuat ini. However, our task is to use the weapon of prayer. Namun, tugas kita adalah menggunakan senjata doa. We observed that it was through this very weapon that Lekh Ram, Abdullah Atham and Dowie met their wretched ends. Kami mengamati bahwa melalui ini senjata yang sangat Lekh Ram, Abdullah Atham dan Dowie bertemu mereka berakhir celaka. Today, those who deride the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and who use abusive language against him are not outside God&#8217;s chastisement regardless of their religious persuasion or no religious leaning. Hari ini, orang-orang yang mencemooh Nabi (kedamaian dan berkah Allah kepadanya) dan yang menggunakan bahasa kasar terhadap dia tidak luar hukuman Allah tanpa memandang agama mereka persuasi atau tidak bersandar agama.</p>
<p>The Holy Qur&#8217;an mentions incidents of other Prophets of God and how their people hurt them and God rebound their own methods on them. Al Qur&#8217;an menyebutkan insiden nabi lain dari Allah dan bagaimana orang-orang yang menyakiti mereka dan Allah rebound metode mereka sendiri pada mereka. Human thought cannot reach the ways and means through which God arranges chastisement of the enemies of His beloveds. Pemikiran manusia tidak dapat mencapai cara dan sarana yang melaluinya Allah mengatur hukuman dari musuh-musuh kekasih-Nya. God revealed to the Promised Messiah (on whom be peace), &#8216;They plan and Allah plans and Allah is the Best of planners. Tuhan mewahyukan kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian), &#8220;Mereka merencanakan dan rencana Allah dan Allah adalah sebaik-baik perencana. Then He will attack Kemudian Dia akan menyerang</p>
<p>the planners.&#8217; para perencana. &#8221; (Tadhkirah p. 326). (Tadhkirah hal 326). Huzur explained God will attack them to obliterate them. Huzur menjelaskan Allah akan menyerang mereka untuk menghapuskan mereka.</p>
<p>The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was the most beloved of God and he had the greatest numbers of his prophecies fulfilled during his lifetime. Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah yang paling dicintai Allah dan ia memiliki jumlah terbesar terpenuhi nubuat-Nya selama masa hidupnya. God told him; &#8216;So pray to thy Lord, and offer sacrifice, &#8216;(Surah Al Kauthat, 108:3). Tuhan mengatakan kepadanya; &#8220;Jadi, berdoa kepada Tuhanmu, dan mempersembahkan korban, &#8216;(QS Al Kauthat, 108:3). This commandment also applies to his followers. Perintah ini juga berlaku bagi para pengikutnya. Indeed high level of sacrifice absorbs God&#8217;s blessings and there is great need to make sacrifice in the current age. Memang tingkat tinggi pengorbanan menyerap berkat Allah dan ada kebutuhan besar untuk membuat pengorbanan dalam usia saat ini. The Prophet (peace and blessings be on him) was granted the capacity to make sacrifices of supremely excellent levels that surpass human thinking, but such is the outstanding blessed model that he set for us. Nabi (damai dan rahmat kepadanya) dianugerahi kemampuan untuk berkorban dari tingkat yang amat sangat baik melampaui pemikiran manusia, tetapi seperti itu adalah model yang diberkati luar biasa ia ditetapkan untuk kita. The sons and heirs of the very same people, who raised opposition that the Prophet did not have any male offspring to carry on his family line, became devotees of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Anak-anak dan ahli waris orang-orang yang sama, yang mengangkat oposisi bahwa Nabi tidak punya keturunan laki-laki untuk melanjutkan garis keluarganya, menjadi pengikut dari Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya). Rather than be associated with their tribal chiefs fathers these young men preferred to be associated with the Prophet. Daripada dihubungkan dengan bapak kepala suku mereka orang-orang muda ini lebih suka berhubungan dengan Nabi. Ikrama, was the son of Abu Jahl, Waleed was one of the biggest enemies of the Prophet but his son, Khalid bin Waleed made heroic feats for Islam. Ikrama, adalah anak dari Abu Jahal, Waleed adalah salah satu musuh terbesar Nabi tetapi putranya, Khalid bin Waleed membuat prestasi heroik untuk Islam. The father of Umer bin Aas, another gallant general of Islam, was also a sworn enemy. Ayah dari Umer bin Aas, gagah berani lain Islam umum, juga merupakan musuh bebuyutan. God is Most Powerful and the Best of Planner; He put the offspring of the fiercest enemies of Islam in the embrace of the Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Allah adalah Maha Kuasa dan sebaik-baik Perencana; Dia meletakkan keturunan musuh-musuh paling sengit Islam dalam pelukan Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya).</p>
<p>The Promised Messiah (on whom be peace) was given a revelation of &#8216; Surely, it is thy enemy who is without issue .&#8217; (108:4) and the world witnessed how God annihilated his enemies and we continue to witness the same. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) diberi wahyu &#8220;Sesungguhnya, itu adalah musuh-Mu yang tanpa masalah.&#8221; (108:4) dan dunia menyaksikan bagaimana Allah memusnahkan musuh-musuhnya dan kita terus menyaksikan sama. Is all this not a fulfilment of this? Apakah semua ini bukan suatu pemenuhan ini? Most certainly, it is. Hampir pasti, itu. Ahmadis should reflect on this and should engage in more prayers for fulfilment of God&#8217;s promises. Ahmadi harus mencerminkan ini dan harus terlibat dalam lebih banyak doa untuk pemenuhan janji-janji Allah.</p>
<p>Huzur read a lengthy extract from the august writings of the Promised Messiah (on whom be peace) highlighting how God helps His chosen people through adversity and hard times and how His promises are fulfilled at the appointed time in their favour. Huzur membaca panjang ekstrak dari tulisan-tulisan Agustus Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) menyoroti bagaimana Allah menolong orang-orang pilihan-Nya melalui kesulitan dan masa-masa sulit dan bagaimana janji-janji-Nya digenapi pada waktu yang ditentukan dalam mendukung mereka.</p>
<p>Huzur prayed that may God continue to show us manifestations of Ahmadiyyat, that is, the true Islam, with prayers, sacrifices and strength of faith. Huzur berdoa semoga Allah terus menunjukkan kepada kita manifestasi dari Ahmadiyah, yaitu Islam sejati, dengan doa, pengorbanan dan kekuatan iman. Huzur said he wished to ask for special prayers for the stability of Pakistan. Huzur mengatakan ia ingin meminta doa khusus untuk stabilitas Pakistan. He prayed that may God save the country for the sake of Ahmadiyyat for we had played a great role in its creation. Ia berdoa bahwa mungkin Tuhan menyelamatkan negara demi Ahmadiyah karena kami telah memainkan peranan besar dalam penciptaannya. Those who are creating disorder in the country did not ever take part in its creation, they were not even in favour of its creation but now, they have developed compassion for the homeland and in the name of Islam and honour of the country they are in pursuit to break it apart. Mereka yang menciptakan kekacauan di negara itu tidak pernah ambil bagian dalam penciptaan, mereka bahkan tidak mendukung dari penciptaan manusia, tapi sekarang, mereka telah mengembangkan belas kasihan terhadap tanah air dan di atas nama Islam dan kehormatan dari negara mereka berada di mengejar melanggarnya terpisah. May God soon bring about the chastisement of these enemies of the country and may He save our country. Semoga Tuhan segera mewujudkan siksaan musuh ini negara dan semoga Dia menyelamatkan negara kita. Ameen. Ameen. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=8&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-matin-the-strong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beriman tetap setia dalam menghadapi cobaan dan godaan</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/beriman-tetap-setia-dalam-menghadapi-cobaan-dan-godaan/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/beriman-tetap-setia-dalam-menghadapi-cobaan-dan-godaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091002]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community October 2 nd , 2009 Oktober 2 nd, 2009 NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=5&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 2 nd , 2009 Oktober 2 nd, 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzoor (aba) recited the verses 154-158 of Surah Al Baqarah (2:154) from the Holy Quran which refer to those qualities of the Believers which they should exhibit when they are faced with any kind of tribulations, ie they meet such situations with patience and steadfastness and in fact, such trials are a source of greater strength in their faith. Huzoor (aba) membacakan ayat-ayat 154-158 dari Surah Al-Baqarah (2:154) dari Alquran yang merujuk kepada orang-orang mukmin kualitas yang mereka harus menunjukkan kalau mereka dihadapkan dengan segala macam kesengsaraan, yaitu mereka bertemu dengan situasi seperti itu dengan kesabaran dan ketabahan dan pada kenyataannya, seperti percobaan adalah sumber kekuatan yang lebih besar dalam iman mereka. The translation of these verses is as follows: Terjemahan ayat-ayat ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>“O ye who believe! &#8220;Hai kalian yang percaya! seek help with patience and Prayer; surely, Allah is with the steadfast. mencari bantuan dengan kesabaran dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar. And say not of those who are killed in the cause of Allah that they are dead; nay, they are living; only you perceive not. Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati; nay, mereka hidup, hanya kamu tidak menyadarinya. And We will try you with something of fear and hunger, and loss of wealth and lives, and fruits; but give glad tidings to the patient, Who, when a misfortune overtakes them, say, &#8216;Surely, to Allah we belong and to Him shall we return.&#8217; Dan Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan hilangnya harta, jiwa, dan buah-buahan, tapi beri kabar gembira kepada pasien, Siapa, ketika sebuah kemalangan menyusul mereka, berkata, &#8220;Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya akan kami kembali. &#8221; It is these on whom are blessings from their Lord and mercy, and it is these who are rightly guided.” [2:154-158] Hal ini ini di antaranya adalah berkat-berkat dari Tuhan mereka dan rahmat, dan itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. &#8220;[2:154-158]</p>
<p>The first verse describes two key characteristics of a Believer: they exhibit patience and seek help with prayer at the time of adversity. Bait pertama menggambarkan dua karakteristik kunci dari sebuah Believer: mereka menunjukkan kesabaran dan mencari bantuan dengan doa pada saat kesulitan. Patience implies several meanings – firstly, it means that one should refrain from whining and complaining when faced with any kind of hardship. Kesabaran menyiratkan beberapa arti &#8211; pertama, itu berarti bahwa seseorang harus menahan diri dari merengek dan mengeluh ketika dihadapkan dengan kesulitan apapun. He should endure the difficulty with fortitude. Ia harus menanggung kesulitan dengan ketabahan. Lamenting in way of a difficulty can sometimes result in the expression of such emotions which are unbecoming of a Believer. Meratap di jalan yang kadang-kadang dapat mengakibatkan kesulitan dalam ekspresi emosi seperti itu yang pantas dari sebuah Believer. Secondly, patience means to remain steadfast and resolute. Kedua, kesabaran berarti untuk tetap setia dan tegas. Thirdly, it means to remain firmly grounded in the commandments of God. Ketiga, artinya tetap tegas didasarkan pada perintah-perintah Allah. Patience also means that one should make every effort to shield oneself from what God has forbidden. Kesabaran juga berarti bahwa orang harus melakukan segala upaya untuk melindungi diri dari apa yang Allah telah dilarang. In a nutshell, steadfastness entails that one has the quality to face any kind of trials and tribulations with strength, courage and resilience and that he prostrates towards God with absolute conviction and firm faith. Singkatnya, keteguhan mensyaratkan bahwa seseorang memiliki kualitas untuk menghadapi segala macam cobaan dan kesengsaraan dengan kekuatan, keberanian dan ketahanan dan bahwa ia prostrates terhadap Allah dengan keyakinan mutlak dan tegas iman.</p>
<p>The second quality mentioned in this verse is that one should seek help with Prayer and supplication. Kualitas kedua yang disebutkan dalam ayat ini adalah bahwa orang harus mencari bantuan dengan doa dan permohonan. What this signifies is that one increases his fervor in the ritual daily prayers, increases his supplications, pay closer attention to his duties of faith, remain ever occupied in “astaghfar” (seeking repentance) and remembrance of Allah, offer durood and hamd (invocations on the Prophet (saw) and praise of Allah). Apa berarti ini adalah bahwa salah satu-nya meningkatkan semangat dalam ritual doa-doa sehari-hari, menaikkan permohonan, membayar lebih memperhatikan tugasnya iman, tetap pernah diduduki dalam &#8220;astaghfar&#8221; (mencari pertobatan) dan mengingat Allah, menawarkan durood dan hamd (doa pada Nabi (saw) dan memuji Allah). Hence, a believer should exhibit complete patience and tolerance. Oleh karena itu, seorang mukmin harus menunjukkan kesabaran dan toleransi lengkap. One should not refrain from doing good deeds, and in fact, intensify his supplications, etc. When one offers supplications before God with such an attitude, along with the practical demonstration of the above, he shall meet with success. Orang tidak boleh menahan diri dari melakukan perbuatan baik, dan pada kenyataannya, mengintensifkan doa-nya, dll Ketika seseorang menawarkan permohonan di hadapan Tuhan dengan sikap demikian, bersamaan dengan demonstrasi praktis di atas, ia akan bertemu dengan sukses. One should remember that all types of adversities are temporary. Orang harus ingat bahwa semua jenis kesengsaraan bersifat sementara. When a believer hands over his complete trust and faith to God and relies solely on His existence, then in face of every trial he shall meet with success and his relationship with God will keep increasing, and God will come to the succor of His servant as a mother tries to help her child in any way that she can. Ketika seorang mukmin tangannya di atas kepercayaan penuh dan iman kepada Allah dan bergantung hanya pada keberadaan-Nya, maka dalam menghadapi setiap sidang ia akan bertemu dengan keberhasilan dan hubungannya dengan Allah akan terus meningkat, dan Allah akan datang ke menolong hamba-Nya sebagai seorang ibu mencoba membantu anaknya dengan cara apapun yang dia dapat. The pre-requisite however is that one should truly discharge one&#8217;s duties in the way of Allah and express absolute submission to His Will and exhibit all the qualities of steadfastness and perseverance. Para Namun prasyarat adalah bahwa orang harus benar-benar melaksanakan tugas seseorang di jalan Allah dan menyatakan tunduk mutlak kepada-Nya dan menunjukkan semua kualitas keteguhan dan ketekunan.</p>
<p>In the wake of the new wave of persecution against Ahmadis in several Arab countries and in Pakistan, there are restrictions imposed on Ahmadis that they cannot offer their Jummah prayers or even the five daily prayers in congregation. Sebagai akibat dari gelombang baru penganiayaan terhadap Ahmadiyah di beberapa negara-negara Arab dan di Pakistan, ada pembatasan yang dikenakan pada Ahmadiyah bahwa mereka tidak dapat menawarkan doa atau bahkan Jummah lima shalat berjamaah. In such circumstances, God Almighty advises that a Believer should strengthen in his faith, become even more devoted to his worship and intensify his religious practices. Dalam keadaan demikian, Allah Maha menyarankan bahwa seorang mukmin harus memperkuat dalam iman, bahkan menjadi lebih taat kepada ibadah dan meningkatkan praktik agamanya. When these requirements are fulfilled, the whole world will witness how God comes to relief of His servants. Bila persyaratan ini terpenuhi, seluruh dunia akan menyaksikan bagaimana pertolongan Allah datang kepada hamba-hamba-Nya.</p>
<p>The Promised Messiah (as) has said that in order to receive the blessings of God Almighty, one should purify himself because God is Pure. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) menyatakan bahwa dalam rangka untuk menerima berkat-berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, seseorang harus menyucikan dirinya sendiri karena Allah adalah murni. Apart from the Arabic prescribed prayers, one should cry before God in his own language because such a condition creates a deep effect on one&#8217;s heart and when such humility and fervor is present, God accepts prayers in His servant&#8217;s favor. Terlepas dari doa-doa yang ditentukan Arab, orang harus menangis di hadapan Allah dalam bahasanya sendiri, karena kondisi seperti ini menciptakan efek yang mendalam di hati dan ketika seperti kerendahan hati dan semangat hadir, Allah akan menerima doa hamba-Nya menguntungkan. Prayers and supplications can bring about a great revolution in the world. Doa dan permohonan dapat membawa revolusi besar di dunia. God Himself has given the glad tidings to Believers that those who are steadfast shall inherit the earth. Allah sendiri telah memberikan kabar gembira kepada orang beriman bahwa orang-orang yang sabar akan mewarisi bumi.</p>
<p>“Or, Who answers the distressed person when he calls upon Him, and removes the evil, and makes you successors in the earth? &#8220;Atau, Siapa yang menjawab orang yang sedih ketika ia menyerukan kepada-Nya, dan menghilangkan kejahatan, dan membuat Anda penerusnya di bumi? Is there a God besides Allah? Apakah ada Tuhan selain Allah? Little is it that you reflect.” (27:63) Kecil adalah bahwa Anda merefleksikan. &#8220;(27:63)</p>
<p>Huzoor (aba) said that the sacrifices that the Ahmadis in Pakistan are making in way of God and the hardships that they are being subjected to will not be wasted and shall bear great rewards not only for their own selves but for the Jamaat as a whole. Huzoor (aba) mengatakan bahwa pengorbanan bahwa Ahmadiyah di Pakistan membuat di jalan Allah dan penderitaan yang mereka sedang terkena tidak akan sia-sia dan harus menanggung ganjaran yang besar tidak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi untuk Jamaat secara keseluruhan . Among the sufferers, there might be some who even lose their lives, but God Almighty says that the significance of the life of one who is martyred in God&#8217;s way is not the same as that of one who lives an ordinary life. Di antara penderita, mungkin ada yang bahkan kehilangan kehidupan mereka, tetapi Allah SWT mengatakan bahwa makna kehidupan orang yang mati syahid di jalan Allah tidaklah sama dengan orang yang hidup kehidupan yang biasa. If we glance at the early Islamic history, we will find many who laid their lives for the sake of God&#8217;s religion and for the institution of Tawheed (Unity of God). Jika kita melirik pada awal sejarah Islam, kita akan menemukan banyak orang yang meletakkan hidup mereka demi agama Allah dan untuk institusi Tauhid (Keesaan Tuhan). God accepted their sacrifices because they made these sacrifices for a tremendous cause, and such sacrifices become an inspiration for other Believers as well. Allah menerima pengorbanan mereka karena mereka membuat pengorbanan ini untuk penyebab yang luar biasa, dan pengorbanan tersebut menjadi inspirasi bagi orang mukmin yang lain juga. Nations who realize the significance of making such sacrifices never die. Bangsa yang menyadari pentingnya membuat pengorbanan seperti pernah mati. At present, the Jamaat of the Promised Messiah (as) is under attack, to whom it was promised that the aakhireen were to join the awaleen ie that the righteous followers of the Holy Prophet (saw) who came in the latter days were to join the ranks of the Companions of the Holy Prophet (saw), hence there is no doubt that they would have to offer the gift of their life in His cause. Saat ini, Jamaat Mesias yang Dijanjikan (as) diserang, kepada siapa itu berjanji bahwa aakhireen itu untuk bergabung dengan awaleen yaitu bahwa orang benar pengikut Nabi (melihat) yang datang di hari-hari terakhir untuk bergabung barisan para sahabat Nabi (melihat), maka tidak ada keraguan bahwa mereka harus memberikan karunia kehidupan mereka di dalam penyebabnya. We should remember that each drop of blood of every martyr offers new progress to the Jamaat. Kita harus ingat bahwa setiap tetes darah dari setiap martir menawarkan kemajuan baru kepada Jamaat. Those who persecute Ahmadis should remember that the revolution brought about by the Reformer of the Latter Days ie the Promised Messiah cannot be suppressed by inflicting loss of life or properties or bank accounts. Mereka yang menganiaya Ahmadiyah seharusnya ingat bahwa revolusi disebabkan oleh Pembaru dari Latter Days yaitu Mesias yang dijanjikan tidak dapat ditekan dengan menimbulkan korban jiwa atau properti atau rekening bank. Every Ahmadi martyred brings about an increase in the devotion and loyalty among the members of Jamaat Ahmadiyya, as is expressed in the letters received by Huzoor (aba) every day from different parts of the world. Setiap Ahmadi martir membawa peningkatan pengabdian dan kesetiaan di antara para anggota Jamaat Ahmadiyah, seperti yang dinyatakan dalam surat-surat yang diterima oleh Huzoor (aba) setiap hari dari berbagai belahan dunia. The adversaries are mistaken that their malicious attacks will deter Ahmadis from their faith. Para musuh keliru bahwa mereka akan mencegah serangan berbahaya Ahmadi dari iman mereka. On the contrary, their enmity opens greater avenues of Tabligh (propagation) and Huzoor (aba) said that he receives numerous letters from people who profess their devotion to the Promised Messiah (as) as a result of witnessing such senseless persecution against Ahmadis. Sebaliknya, permusuhan mereka membuka jalan-jalan lebih besar Tabligh (propagasi) dan Huzoor (aba) mengatakan bahwa ia menerima banyak surat dari orang-orang yang mengaku pengabdian mereka kepada Mesias yang dijanjikan (sebagai) sebagai akibat dari tidak masuk akal seperti itu menyaksikan penganiayaan terhadap Ahmadiyah. Huzoor (aba) said that these antagonists can take the lives of Ahmadis, they can destroy our buildings, stop the construction of our mosques, but they cannot take our faith away. Huzoor (aba) mengatakan bahwa antagonis ini dapat mengambil kehidupan Ahmadi, mereka dapat menghancurkan bangunan kami, menghentikan pembangunan masjid-masjid kita, tetapi mereka tidak dapat mengambil iman kita pergi.</p>
<p>Huzoor (aba) then elaborated on the ways in which fear is inflicted upon Ahmadis: they are attacked physically, implicated in false court cases, subjected to discriminating laws and receive intimidating threats from lawmakers. Huzoor (aba) kemudian menguraikan cara-cara yang takut menimpa Ahmadiyah: mereka diserang secara fisik, terlibat dalam kasus pengadilan palsu, dikenakan untuk membedakan hukum dan mengintimidasi menerima ancaman dari anggota parlemen. Believers however do not fear any such harassments, nor do they renounce or weaken in their faith. Namun orang percaya tidak takut pelecehan semacam itu, juga tidak meninggalkan atau melemahkan dalam iman mereka. They are also subjected to hunger and food deprivation, such as they were in 1974, when the masses were prohibited to give food to Ahmadis, Ahmadis were not allowed to leave their homes, or in those cases where they would leave home to get provisions for their household, the tradespersons were not allowed to sell food to them. Mereka juga mengalami kelaparan dan kekurangan makanan, seperti mereka berada di tahun 1974, ketika massa dilarang untuk memberikan makanan untuk Ahmadi, Ahmadi tidak diperkenankan untuk meninggalkan rumah mereka, atau dalam kasus-kasus di mana mereka akan meninggalkan rumah untuk mendapatkan ketentuan untuk rumah tangga mereka, para tradespersons tidak diperbolehkan untuk menjual makanan kepada mereka. In addition, their properties are being pillaged, and Ahmadi children are subjected to all kinds of discomforts in their educational institutes, preventing them from acquiring a suitable education. Selain itu, sifat mereka sedang dijarah, dan anak-anak Ahmadi mengalami segala macam ketidaknyamanan dalam lembaga-lembaga pendidikan mereka, mencegah mereka dari mendapatkan pendidikan yang sesuai.</p>
<p>The Holy Quran has already warned the Believers that you shall be tried with all types of hardships, and those who are true to their faith will face these hardships with steadfastness and recited: &#8216;Surely, to Allah we belong and to Him shall we return.&#8217; The Holy Quran telah memperingatkan orang-orang mukmin bahwa kamu akan mencoba dengan semua jenis kesulitan, dan mereka yang setia kepada iman mereka akan menghadapi kesulitan ini dengan ketabahan dan membaca: &#8220;Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami kembali. &#8216; A Believer always keeps in mind that even if all the blessings are taken away from him, such difficulties are only temporary because his life is on this earth is also transitory and he himself shall return to his Creator, when he will be rewarded with greater blessings. A Believer selalu terus diingat bahwa meskipun semua berkat yang diambil darinya, kesulitan-kesulitan seperti itu hanya sementara karena hidup di dunia ini juga fana dan ia sendiri akan kembali ke Pencipta, ketika ia akan dihadiahi dengan berkat yang lebih besar . These beliefs strengthen his faith further. Keyakinan ini memperkuat imannya lebih lanjut. The Promised Messiah (as) says that one should not regard hardships as something unpleasant – only he who is not a strong believer shall complain and whine when faced with hardships. Mesias yang Dijanjikan (as) mengatakan bahwa orang tidak boleh menganggap penderitaan sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan &#8211; hanya dia yang tidak percaya yang kuat akan mengeluh dan merengek ketika menghadapi kesulitan. Everything comes from God and to Him is the return, therefore loss does not despair a true Believer, because he is always in submission to the Will of God and that is how he reaps the rewards for his steadfastness. Segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya adalah kembali, oleh karena itu badan tidak putus asa Believer sejati, karena ia selalu tunduk kepada kehendak Tuhan dan itu adalah bagaimana ia menuai ganjaran untuk keteguhan. This is the practice of Ahmadis which will lead us to progress. Ini adalah praktek Ahmadiyah yang akan membawa kita pada kemajuan. Huzoor (aba) enjoined all Ahmadis to pray that may He always protect us and shield us against all types of harm and trials; but if we are to face any hardship, we should always remain steadfast because this is the only way we can receive the rewards from God Almighty. Huzoor (aba) memerintahkan semua Ahmadi untuk berdoa yang mungkin Dia selalu melindungi kita dan perisai kita melawan semua jenis bahaya dan pengadilan, tetapi jika kita menghadapi kesulitan apa pun, kita harus selalu tetap setia karena ini adalah satu-satunya cara kita dapat menerima hadiah dari Allah swt.</p>
<p>The Promised Messiah (as) says regarding trials that there has never been an appointed prophet from God who has not been subjected to persecution and adversity. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) mengatakan mengenai cobaan yang tidak pernah ada nabi yang ditunjuk dari Allah yang belum mengalami penganiayaan dan kesulitan. Look at the lives of Jesus (as), Moses (as) and Mohammad (saw). Lihatlah kehidupan Yesus (as), Musa (as) dan Muhammad (melihat). The results of these hardships however are always rewarding. Hasil Namun kesulitan ini selalu bermanfaat. If the Sunnah (practice) of Allah Almighty was such that His chosen servants were offered ease and comfort and earthly favors, then what would be the difference between a Godly community and ordinary groups of people. Jika Sunnah (praktek) dari Allah Yang Maha Kuasa adalah sedemikian rupa sehingga hamba-hamba pilihan-Nya yang ditawarkan kemudahan dan kenyamanan dan nikmat duniawi, maka apa yang akan menjadi Godly perbedaan antara masyarakat dan kelompok masyarakat biasa. It is through trials and tribulations that God wishes to make a distinction between those who are weak and those who are strong in faith. Hanya melalui cobaan dan kesengsaraan yang Allah ingin membuat perbedaan antara mereka yang lemah dan mereka yang kuat dalam iman. In fact, without being subjected to trials, one may never witness Divine Signs. Bahkan, tanpa mengalami cobaan, orang mungkin tidak pernah menyaksikan ayat-ayat Ilahi. Believers are those who turn towards God in face of every difficulty. Beriman adalah orang-orang yang berpaling kepada Allah dalam menghadapi setiap kesulitan. In fact, it is by subjecting His servants to hardships that God Almighty demonstrates His Love for them because by passing through these hardships, God&#8217;s servants display their steadfastness to Him, which is indeed a great quality of the Believers. Pada kenyataannya, itu adalah dengan menundukkan hamba-Nya kepada kesulitan bahwa Allah Maha Kuasa menunjukkan Kasih-Nya bagi mereka karena dengan cara melewatkannya melalui kesulitan ini, hamba Tuhan menampilkan keteguhan mereka kepada-Nya, yang memang merupakan kualitas yang hebat dari orang yang beriman. Every miracle is indeed a direct result of a tribulation itself. Setiap mukjizat memang merupakan akibat langsung dari sebuah kesengsaraan itu sendiri.</p>
<p>Huzoor (aba) expounded upon the last verse, in which God says that those who are steadfast are the ones who will be blessed with Divine favors, and it is they who are truly the guided ones. Huzoor (aba) diuraikan pada ayat terakhir, di mana Tuhan mengatakan bahwa orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang akan diberkati dengan bantuan Ilahi, dan mereka itulah yang benar-benar orang-orang yang dibimbing. These are the Believers who will ever increase in their spiritual ranks and the adversaries will be in ruins. Ini adalah orang-orang mukmin yang akan pernah kenaikan pangkat rohani mereka dan lawan akan berada dalam reruntuhan. May God bestow these adversaries with the faculty to realize their foolishness, Ameen. Semoga Allah melimpahkan musuh ini dengan staf pengajar untuk menyadari kebodohan mereka, Ameen.</p>
<p>The Promised Messiah (as) says that hardships never concern him because he has complete faith in the Beneficence of God Almighty, who can change despair into hope, Whose favors are always within reach for those who make the effort. Mesias yang Dijanjikan (as) mengatakan bahwa penderitaan tidak pernah keprihatinan karena dia memiliki iman yang lengkap dalam kemurahan Allah Yang Maha Kuasa, yang dapat mengubah keputusasaan menjadi harapan, siapa nikmat selalu dalam jangkauan bagi mereka yang membuat usaha. The intention of giving up a vice when one is faced with hardships becomes a source of true repentance for him. Maksud wakil menyerah ketika seseorang dihadapkan dengan kesulitan menjadi sumber pertobatan sejati untuknya. In such a case, the luminance of hope clears away the darkness of despair, and such a person advances towards spiritual progress. Dalam kasus seperti itu, yang terang harapan membersihkan diri kegelapan putus asa, dan orang semacam kemajuan menuju kemajuan spiritual.</p>
<p>Huzoor (aba) directed the attention of Ahmadis throughout the world to pray fervently for the wellbeing of every Ahmadi in the world, to refrain from all sorts of evils and to make every effort in reaping the blessings of God Almighty. Huzoor (aba) mengarahkan perhatian Ahmadi seluruh dunia untuk berdoa sungguh-sungguh untuk kesejahteraan setiap Ahmadi di dunia, untuk menahan diri dari segala macam kejahatan dan untuk membuat setiap usaha menuai berkat-berkat Allah Yang Maha Kuasa. May Allah enable every member of the Jamaat to do so, Ameen. Semoga Allah memungkinkan setiap anggota Jamaat untuk melakukannya, Ameen. Huzoor (aba) also said that it appears that the sufferings of Ahamdis in Pakistan may continue for a while longer because the opposition considers them a weak target, but they do not understand that they are damaging their own nation whereas the Jamaat does not incur an iota of damage. Huzoor (aba) juga mengatakan bahwa tampak bahwa penderitaan Ahamdis di Pakistan dapat terus untuk sementara waktu lebih lama karena oposisi menganggap mereka sasaran yang lemah, tetapi mereka tidak mengerti bahwa mereka merusak bangsa mereka sendiri sedangkan Jamaat tidak mendatangkan suatu kerusakan sedikitpun.</p>
<p>In the end, Huzoor (aba) said that he would lead the Janaza prayer of the following: an Ahmadi, Mohammad Azam Tahir, who was martyred in the evening of 26 September. Pada akhirnya, Huzoor (aba) mengatakan bahwa ia akan memimpin doa Janaza berikut: seorang Ahmadi, Mohammad Tahir Azam, yang menjadi martir di malam hari dari 26 September. He was a Moosi, a hospitable, God-fearing person, was also serving as Finance Secretary and is survived by 2 sons and 1 daughter. Dia adalah seorang Moosi, yang ramah, orang yang takut akan Allah, juga menjabat sebagai Menteri Keuangan dan bertahan dengan 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. He has five siblings, of which one brother is a Murabbi Silsila. Ia memiliki lima saudara kandung, yang satu saudara adalah Murabbi silsilah. Two other Ahmadis were killed in a bomb blast in Peshawar, Ayaaz Ahmad (40 years of age, survived by two children and his wife) and Imtiaz Ahmad (30 years of age). Dua Ahmadi lainnya tewas dalam ledakan bom di Peshawar, Ayaaz Ahmad (40 tahun, selamat dengan dua anak dan istrinya) dan Imtiaz Ahmad (30 tahun). Another Ahmadi brother, Anwar Kahlon sahib passed away on September 27th in Pakistan. Ahmadi lain saudara, sahib Kahlon Anwar meninggal pada September 27 di Pakistan. He was the past Amir of UK under Khalifatul Masih IV and served the Jamaat in various capacities all his life. Dia adalah Amir lalu Inggris di bawah Khalifatul Masih IV dan melayani Jamaat di berbagai kapasitas sepanjang hidupnya. An Ahmadi sister, Mansoora Wahab daughter of Amir of Ghana Jama&#8217;at Abdul Wahab Adam, also passed away due to kidney failure. Seorang Ahmadi lain, Mansoora putri Wahab Amir Jama&#8217;at Ghana Abdul Wahab Adam, juga meninggal karena gagal ginjal. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=5&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/beriman-tetap-setia-dalam-menghadapi-cobaan-dan-godaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Al Qawi&#8221; &#8211; All Powerful, The Mighty</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/al-qawi-all-powerful-the-mighty/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/al-qawi-all-powerful-the-mighty/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091009]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkasan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/al-qawi-all-powerful-the-mighty/</guid>
		<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community October 9 th , 2009 Oktober 9 Mei 2009 NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=4&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 9 th , 2009 Oktober 9 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzoor (aba) expounded upon the Divine attribute of “Al-Qawi” – All Powerful, The Mighty in the Friday sermon today. Huzoor (aba) diuraikan pada atribut Ilahi &#8220;Al-Qawi&#8221; &#8211; All Powerful, The Mighty dalam khotbah Jumat hari ini. The term “qawi” (mighty) has a different significance for human beings, meaning one can be advanced in his physical, intellectual or academic abilities, but for God, the term signifies that He encompasses the ultimate power in all respects, there is no comparison of His power to anything or anyone else as He surpasses in everything. Istilah &#8220;qawi&#8221; (perkasa) memiliki makna yang berbeda bagi manusia, yang berarti seseorang dapat maju dalam fisik, intelektual atau kemampuan akademis, tetapi untuk Tuhan, istilah menandakan bahwa Dia meliputi kekuatan tertinggi dalam segala hal, tidak ada perbandingan kekuatan-Nya kepada apa pun atau orang lain seperti Dia melebihi dalam segala hal. In the Holy Quran, God addresses this attribute of His in reference to those who commit “shirk” (associating partners with God) and warns them in these words: Dalam Alquran, Allah alamat atribut ini dalam referensi-Nya kepada mereka yang melakukan &#8220;syirik&#8221; (menyekutukan Allah) dan memperingatkan mereka dalam kata-kata ini:</p>
<p>“And there are some among men who take for themselves objects of worship other than Allah, loving them as they should love Allah. &#8220;Dan ada beberapa di antara manusia yang mengambil untuk diri mereka sendiri objek ibadah selain Allah, mencintai mereka sebagaimana seharusnya mencintai Allah. But those who believe are stronger in their love for Allah and if those who transgress could now see the time when they shall see the punishment, they would realize that all power belongs to Allah and that Allah is severe in punishing.” (2:166) Dan orang-orang yang beriman lebih kuat dalam cinta mereka kepada Allah dan jika orang-orang yang melampaui batas sekarang bisa melihat saat mereka akan melihat azab, mereka akan menyadari bahwa semua kekuasaan itu milik Allah dan bahwa Allah sangat keras dalam menghukum. &#8220;(2:166 )</p>
<p>At first glance, the verse directly addresses the idolaters, warning them of the results of their transgression; at the same time, it also turns the attention of the believers to the objective of their creation, which is to love God and to remember Him. Pada pandangan pertama, ayat langsung alamat orang-orang musyrikin, memperingatkan mereka dari hasil pelanggaran mereka; pada saat yang sama, ia juga mengubah perhatian orang yang beriman kepada tujuan penciptaan mereka, yang adalah untuk mengasihi Allah dan mengingat-Nya. However, it reminds those who pay heed that it is easy to forget one&#8217;s objective in this world and instead of paying due attention to the remembrance of Allah, they set their focus on worldly gains and create apparent and hidden idols for themselves, so much so that the love for these idols gains in strength till God is nowhere in sight. Namun, ia mengingatkan orang-orang yang membayar pelajaran bahwa adalah mudah untuk melupakan seseorang tujuan di dunia ini dan bukannya membayar perhatian karena mengingat Allah, mereka menetapkan fokus mereka pada keuntungan duniawi dan membuat jelas dan tersembunyi berhala bagi diri mereka sendiri, begitu banyak sehingga bahwa cinta berhala-berhala ini keuntungan dalam kekuatan Allah sampai tidak terlihat. For a true believer however, the love of God is the first and foremost objective of his life and he practices this love in every aspect of his life. Untuk Namun mukmin sejati, cinta Allah adalah yang pertama dan terutama tujuan hidupnya dan dia praktek cinta ini dalam setiap aspek hidupnya.</p>
<p>This verse warns those who create these apparent as well as hidden idols for themselves that none other than God Almighty has the power to help them. Ayat ini memperingatkan orang-orang yang membuat jelas ini serta tersembunyi berhala bagi diri mereka sendiri bahwa tak satu pun selain Tuhan Yang Maha Kuasa memiliki kekuatan untuk membantu mereka. At another point in the Holy Quran, God says that shirk (associating partners with God) is a transgression that will not be forgiven. Pada titik lain dalam Alquran, Allah mengatakan bahwa syirik (menyekutukan Allah) adalah pelanggaran yang tidak akan diampuni. The love for this temporary abode will only lead to a terrible end, whereas the love for Allah as a true believer practices will reap the favors of Allah in this world and in the hereafter. Kasih untuk tempat tinggal sementara ini hanya akan mengarah pada akhir yang mengerikan, sedangkan cinta kepada Allah sebagai praktek beriman sejati akan menuai nikmat Allah di dunia dan di akhirat. A believer also bears in mind that love for God cannot be complete without loving the Holy Prophet (saw). Seorang mukmin juga beruang di pikiran bahwa cinta kepada Tuhan tidak bisa lengkap tanpa mencintai Nabi (melihat). Invocating durood on him and offering salat are ways to express this love of God and the Holy Prophet (saw). Invocating durood kepadanya dan salat menawarkan cara untuk mengungkapkan kasih Allah dan Nabi (melihat). A believer should also love other human beings for the sake of obtaining the love of God, as this is Divine commandment also. Seorang mukmin juga harus mengasihi manusia lain demi memperoleh kasih Allah, karena ini adalah perintah Ilahi juga. However, not recognizing the existence of God (such as the idolaters) or forgetting God due to worldly or other distractions can bear the same consequences ie disfavors from Allah. Namun, tidak mengakui keberadaan Tuhan (seperti orang-orang musyrik) atau lupa Allah karena duniawi atau gangguan lain yang dapat menanggung konsekuensi yang sama yaitu disfavors dari Allah. Therefore, there should be a visible difference between one who does not believe in God and one who believes God as All Powerful: the first incurs the wrath of God, whereas the latter is a seeker of love of God at every step of the way. Oleh karena itu, harus ada perbedaan nyata antara orang yang tidak percaya pada Tuhan dan orang yang percaya Allah sebagai Semua Powerfull: incurs pertama murka Allah, sedangkan yang terakhir adalah pencari cinta Allah di setiap langkah. The Promised Messiah (as) sheds some light on this type of love when he says that this. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) sheds beberapa cahaya pada jenis cinta ini ketika ia mengatakan bahwa hal ini. love for God is not something which takes on a false pretense. kasih kepada Allah bukanlah sesuatu yang mengambil kepura-puraan palsu. Such loves comes from the depths of all human faculties, till the heart is completely inundated with nothing but the love of God. Mencintai seperti berasal dari kedalaman semua fakultas manusia, sampai hati benar-benar dibanjiri dengan apa-apa selain kasih Allah. When the heart is fully inclined as such, that is when one sees the wonders of his love and his beloved. Ketika hati cenderung terisi penuh seperti itu, yaitu ketika seseorang melihat keajaiban cinta dan kekasihnya. The truth of the matter is that when one loves someone, he is fully engrossed with his beloved such that he has ingested him, meaning that he begins to reflect the qualities of his beloved so that when one sees the lover, he is indeed seeing the beloved. Kebenaran dari masalah ini adalah bahwa ketika seseorang mencintai seseorang, ia benar-benar asyik dengan kekasihnya sedemikian rupa sehingga ia telah tertelan dia, yang berarti bahwa ia mulai mencerminkan kualitas yang tercinta sehingga jika satu melihat kekasihnya, ia memang melihat tercinta. Hence, when a man loves God completely, he begins to reflect His Light. Oleh karena itu, ketika seorang pria mencintai Allah sepenuhnya, ia mulai mencerminkan cahaya-Nya. The word “muhabbat” has its roots in the Arabic language which means to be full of something. Kata &#8220;muhabbat&#8221; berakar dalam bahasa Arab yang berarti penuh dengan sesuatu. So in order to harvest the favors of God Almighty, one must be prepared to offer every type of sacrifice in His way and then he will witness Divine succor. Jadi, dalam rangka panen nikmat Allah swt, orang harus siap untuk menawarkan setiap jenis pengorbanan di jalan-Nya dan kemudian ia akan menyaksikan pertolongan Ilahi.</p>
<p>Huzoor (aba) then made reference to another Quranic passage in which God gave permission to a weak group of Muslims to defend themselves against a powerful enemy to combat the cruelties being inflicted by the enemy. Huzoor (aba) kemudian dijadikan acuan Al-Quran lain bagian di mana Tuhan memberi izin kepada kelompok lemah umat Islam untuk mempertahankan diri melawan musuh yang kuat untuk memerangi kekejaman yang ditimbulkan oleh musuh.</p>
<p>“Permission to fight is given to those against whom war is made, because they have been wronged — and Allah indeed has power to help them — Those who have been driven out from their homes unjustly only because they said, &#8216;Our Lord is Allah&#8217; — And if Allah did not repel some men by means of others, there would surely have been pulled down cloisters and churches and synagogues and mosques, wherein the name of Allah is oft commemorated. &#8220;Izin untuk berperang itu diberikan kepada mereka yang menentang perang yang dibuat, karena mereka telah dianiaya &#8211; dan Allah memang memiliki kekuatan untuk membantu mereka &#8211; Mereka yang telah diusir dari rumah mereka secara tidak adil hanya karena mereka berkata, &#8216;Tuhan kami ialah Allah&#8217; &#8211; Dan jika Allah tidak menolak beberapa pria dengan cara lain, di sana pasti akan dirobohkan biara-biara dan gereja-gereja dan sinagog dan masjid-masjid, di mana nama Allah sering diperingati. And Allah will surely help one who helps Him. Dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong-Nya. Allah is indeed Powerful, Mighty.” (22:40-41) Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. &#8220;(22:40-41)</p>
<p>In these verses, God Almighty promises to help the Muslims, although a weak group of people, against the strong party of the Mushrik (those who associate partners with God) so as to establish peace and remove the cruelties afflicted by them. Dalam ayat ini, Allah Yang Mahakuasa berjanji untuk membantu kaum muslimin, meskipun sekelompok orang lemah, melawan pihak kuat dari musyrik (orang-orang yang mengasosiasikan mitra dengan Tuhan) sehingga untuk membangun perdamaian dan menghapus kekejaman menderita oleh mereka. The message is that war should only be fought against religious oppression, in fact, Muslims should help other religious groups to defend themselves against oppression. Pesannya adalah bahwa perang hanya boleh bertempur melawan penindasan agama, pada kenyataannya, umat Islam harus membantu kelompok-kelompok agama lain untuk membela diri terhadap penindasan. On the same note, those who are being oppressed but remain on the path of the truth will receive help from God in their favor. Pada catatan yang sama, mereka yang sedang tertindas, tetapi tetap di jalan kebenaran akan menerima bantuan dari Allah yang menguntungkan mereka. In early Islamic history, battles were fought against Muslims, yet help from God came to the weak and the inexperienced to ward off oppression. Pada awal sejarah Islam, pertempuran melawan Muslim, namun bantuan dari Allah datang kepada yang lemah dan kurang berpengalaman untuk menangkal penindasan. Wars being fought today have a totally different objective: they are political and / or economic wars. Perang sedang berjuang hari ini memiliki tujuan yang sama sekali berbeda: mereka adalah politik dan / atau perang ekonomi. The battles in which the Muslims are involved today are not being fought to fight for their religious rights and cannot be called Jihad. Pertempuran di mana umat Islam terlibat saat ini tidak sedang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak keagamaan mereka dan tidak dapat disebut jihad. To gain God&#8217;s favors, Muslims should turn their attention to God and His commandments. Untuk mendapatkan bantuan Allah, umat Islam harus mengalihkan perhatian kepada Tuhan dan perintah-perintah-Nya. In this regard, the teachings of the Promised Messiah (as) interpret the Quranic verses most accurately, and guide mankind towards peace and towards gaining God&#8217;s favors. Dalam hal ini, ajaran-ajaran Mesias yang Dijanjikan (sebagai) menafsirkan ayat-ayat Alquran yang paling akurat, dan membimbing manusia menuju perdamaian dan memperoleh terhadap nikmat Allah. He (as) paints the picture of early Islam in a passage where he says that in the early days of Islam, the antagonists who were strong in every way, wealth, repute, etc, inflicted all sorts of torture upon the weak group of Muslims, and asserted every type of effort to annihilate these flag-bearers of truth. Dia (as) melukiskan gambaran awal Islam di suatu bagian di mana dia mengatakan bahwa pada masa awal Islam, antagonis yang kuat dalam segala hal, kekayaan, reputasi, dll, menimbulkan segala macam penyiksaan atas kelompok muslim lemah , dan menegaskan setiap jenis usaha untuk membinasakan ini pembawa bendera kebenaran. They were troubled by the thought that progress of Islam meant decline of power for them, therefore they meted out all types of trouble for the Muslims. Mereka terganggu oleh pikiran bahwa kemajuan Islam berarti penurunan daya bagi mereka, karena itu mereka ditimpakan semua jenis masalah bagi umat Islam. They massacred innocent Muslims and imposed thirteen years of social boycott on them where the Muslims suffered immensely. Mereka tidak bersalah dibantai Muslim dan tiga belas tahun yang dipaksakan boikot sosial pada mereka di mana umat Islam sangat menderita. The Prophet himself was subjected to merciless stoning, yet he displayed immense patience in wake of these cruelties. Nabi sendiri telah ditaklukkan kepada kejam rajam, namun ia menunjukkan kesabaran yang besar di bangun dari kekejaman ini. God being a witness to these sufferings then gave the permission to the Muslims to fight in their own defense and came not only to their help during these battles against the enemy but showered upon them such splendor that they became the heirs of the thrones of Persia and Rome. Allah menjadi saksi penderitaan ini kemudian memberikan izin bagi kaum muslimin untuk berjuang di pertahanan mereka sendiri dan datang bukan hanya untuk bantuan mereka selama ini pertempuran melawan musuh, tapi mandi atas mereka kemegahan seperti bahwa mereka menjadi pewaris tahta Persia dan Roma.</p>
<p>Such is the practice of God Almighty and this promise holds true for all times. Praktik semacam itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan janji ini berlaku untuk semua kali. “Allah has decreed: &#8216;Most surely I will prevail, I and My Messengers.&#8217; &#8220;Allah telah menetapkan:&#8221; Kebanyakan sudah pasti saya akan menang, saya dan rasul-rasul-Ku. &#8221; Verily, Allah is Powerful, Mighty.” (58:22) It is a historic fact that all opponents of God&#8217;s prophets met with failure and truth always prevailed. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. &#8220;(58:22) Ini adalah fakta sejarah bahwa semua penentang nabi Allah bertemu dengan kegagalan dan kebenaran selalu menang. Same is true for the flag bearers of Islam. Hal yang sama berlaku bagi pembawa bendera Islam. As long as they were on the right path and practiced the true teachings, they met with successes, but when they lost the Islamic values and the practice of its teachings, they lost all glory and splendor along with it, and all their efforts were focused towards retaining their tiny worldly governments. Selama mereka berada di jalan yang benar dan mempraktikkan ajaran-ajaran yang benar, mereka bertemu dengan keberhasilan, tetapi ketika mereka kehilangan nilai-nilai Islam dan praktek ajaran-ajarannya, mereka kehilangan segala kemuliaan dan kemegahan bersamaan dengan itu, dan semua upaya mereka terfokus mempertahankan terhadap pemerintah duniawi kecil mereka. At present, it cannot be said that the Muslims enjoy a glorious status in the world. Saat ini, tidak bisa dikatakan bahwa umat Islam menikmati status yang mulia di dunia. Even the oil-rich Muslim nations look towards the non-Muslim nations to maintain their worth in the world. Bahkan minyak negara-negara Muslim kaya melihat ke negara-negara non-Muslim untuk mempertahankan nilai mereka di dunia. So can it be said that God&#8217;s promise to endow the Muslims with honor no longer holds true? Jadi dapat dikatakan bahwa janji Allah untuk memberkati umat Islam dengan kehormatan tidak lagi berlaku? Absolutely not. Sama sekali tidak. God&#8217;s promise is true for all times. Janji Allah adalah benar untuk semua kali. He is indeed All Powerful for all times. Dia memang Semua Kuasa untuk semua kali. In fact, it is in testament to this attribute that He has sent the Promised Messiah, who is the reformer of this age, who has come in fulfillment of God&#8217;s promise that the light of Islam will spread to all corners of the world and the name of Islam will prevail. Pada kenyataannya, adalah dalam atribut ini bukti bahwa Dia telah mengutus Mesias yang dijanjikan, yang adalah pembaharu usia ini, yang telah datang sebagai penggenapan janji Allah bahwa cahaya Islam akan menyebar ke seluruh pelosok dunia dan nama Islam akan menang. The Promised Messiah (as) received several revelations in which God asserted His attribute of being the All Powerful. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) menerima beberapa ayat di mana Allah menyatakan-Nya menjadi atribut Semua Kuasa. God foretold the Imam of the age that Kings shall seek blessings from his garments, thus letting him know that he shall be successful in his mission. Allah meramalkan Imam zaman Raja-raja yang akan mencari berkat dari pakaiannya, sehingga membiarkan dia tahu bahwa ia akan berhasil dalam misinya. The world may regard this community as foolish, but it has always been the practice of worldly people to think of Godly people in this way. Dunia mungkin menganggap komunitas ini sebagai bodoh, tetapi selalu praktek duniawi orang untuk memikirkan Godly orang dengan cara ini. They forget that it is the practice of God to come to the help of His people and when His help arrives, nothing stands in its way. Mereka lupa bahwa itu adalah praktek Allah untuk datang ke bantuan dari umat-Nya dan ketika pertolongan-Nya tiba, tidak ada yang berdiri di jalan.</p>
<p>As a community, Huzoor (aba) drew our attention on enhancing our relationship with God, to improve in our love for God and the Holy Prophet (saw) and to obeying His commandments. Sebagai sebuah komunitas, Huzoor (aba) menarik perhatian kita pada peningkatan hubungan kita dengan Allah, untuk meningkatkan dalam kasih kepada Allah dan Nabi (saw) dan untuk mematuhi perintah-perintah-Nya. That is when we will invite His favors on us. Itu adalah ketika kita akan mengundang nikmat-Nya pada kita.</p>
<p>Remember that God is always loyal to His truthful people; therefore one never incurs any damage or loss in bowing towards Him. Ingat bahwa Allah selalu setia kepada-Nya orang-orang jujur, karena itu kita tidak pernah incurs kerugian atau kehilangan yang di membungkuk terhadap-Nya. May Allah enable us to rinse ourselves of all evil inclinations, may He purify us from all sins, may Allah accept our efforts in His cause, Ameen. Semoga Allah memampukan kita untuk membilas diri kita dari segala kejahatan kecenderungan, semoga Dia menyucikan kita dari segala dosa, semoga Allah menerima usaha-usaha kami dalam menyebabkan-Nya, Ameen. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=4&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/al-qawi-all-powerful-the-mighty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20091002 : ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM  MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-khutbah-jumat-20091002-orang-orang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-khutbah-jumat-20091002-orang-orang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[20091002]]></category>
		<category><![CDATA[HM Masrur Ahmad atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah V atba]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum&#039;at]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-khutbah-jumat-20091002-orang-orang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ KHUTBAH JUM’AH : HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 2 Oktober 2009 dari Baitul Futuh London UK` TENTANG : ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ&#8211;وَلاَ تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِىْ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=3&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم<br />
             نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ</p>
<p>KHUTBAH JUM’AH : HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal  2 Oktober 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG :  ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM  MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN </p>
<p>يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ&#8211;وَلاَ تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِىْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوٰتٌؕ بَلْ اَحْيَآءٌ وَّلٰـكِنْ لاَّتَشْعُرُوْنَ‏&#8211;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلاَ مْوَالِ وَالاََنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَۙ‏&#8211;الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَؕ‏ &#8211;اُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ‏</p>
<p>Didalam Ayat Qur’an yang baru saya tilawatkan, Allah swt berfirman tentang orang-orang beriman yang mendapat percobaan atau ujian bagaimanapun kerasnya iman mereka tetap teguh tidak goyah. Bahkan keimanan mereka semakin bertambah maju dan bertambah teguh dan kuat dan mereka semakin mendekat dan menyerahkan diri kepada Allah swt. Terjemahan ayat-ayat yang saya tilawatkan tadi bunyinya sebagai berikut :  “ Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat’ sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kalian mengatakan mati tentang orang-orang yang terbunuh dijalan Allah itu. Tidak, bahkan mereka itu hidup, namun kamu tidak menyadari. Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu, ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata : “ Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali. Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarh 154-158)</p>
<p>Dari ayat pertama sangat jelas sekali bahwa Allah swt telah menasihatkan untuk berlaku sabar sambil tetap menunaikan salat. Maka kita bisa mengatakan bahwa kedua sifat ini harus dimiliki oleh orang-orang beriman, terutama diwaktu menghadapi banyak percobaan dan banyak kesulitan. Ayat ini sangat ringkas sekali namun maksud dan kandungan tafsirnya sangat luas sekali. Salah satu arti dari perkataan sabar adalah : apabila seseorang mendapat suatu kemalangan ia tidak mengeluh melainkan tabah sambil menunjukkan perangai cerah. Ujian atau percobaan harus dipikul dengan tabah tanpa mengeluh, tanpa mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Tidak boleh complain atau menyatakan kesusahan, harus betul-betul menjaga perasaan, yang kadang-kadang karena terdesak keluarlah dari mulut kata-kata tidak patut, sehingga merupakan keluhan terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa. Perkara demikian harus dijauhi. </p>
<p>	Yang kedua artinya adalah : Harus tetap dan teguh dalam pendirian. Yang ketiga adalah : Perintah Allah Yang Maha Kuasa harus tetap dipegang erat-erat dan harus berbuat sesuai dengan itu semua. Arti lain lagi ialah, kalian harus tetap teguh tidak boleh menyimpang dari apa yang telah Tuhan melarangnya.</p>
<p>	Jadi perkataan sabar telah dijelaskan, yaitu bila saja menghadapi percobaan dan ujian atau kesulitan apapun harus dihadapi dengan tabah dan tahan mental serta hati teguh dan jangan bimbang, jika tidak akan membawa kegoncangan dan kelemahan iman. Yang kedua ialah harus selalu memperhatikan dan menta’ati hukum-hukum Allah swt dan harus berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan penuh tawakkal kepada-Nya. Untuk memperkuat keimanan, keteguhan hati, perkataan salat juga sudah difirmankan didalam ayat tersebut, berarti Allah swt telah mengarahkan dan memerintah kita untuk tidak melupakan salat dan harus banyak memanjatkan do’a kepada-Nya didalam menghadapi ujian atau percobaan dan kesulitan itu. </p>
<p>Pengertian salat yang telah diberikan oleh berbagai pihak dan ringkasannya adalah : “ Memusatkan penuh perhatian kepada kewajiban salat, disamping salat fardu kita harus menaruh perhatian terhadap salat-salat nawafil lainnya juga disertai dengan banyak memanjatkan do’a-do’a untuk mempertahankan iman yang kokoh kuat, banyak-banyak membaca istighfar memohon ampun kepada Allah swt Yang Maha Perkasa dan juga harus banyak berzikir mengingat Allah swt dan harus banyak mengirim darood atau selawat kepada Hazrat Rasulullah saw. Jadi, itulah sifat-sifat orang mukmin sejati telah dijelaskan bahwa diwaktu menghadapi kesulitan dan percobaan dia selalu tabah dan sabar sehingga ia selamat. Diwaktu menghadapi kesulitan dan percobaan seorang mukmin tidak boleh menunjukkan lemah iman atau bimbang, ia harus meningkatkan lebih banyak berdo’a dan menjalin hubungan lebih erat degan Tuhan dan lebih banyak berzikir dan mengirim selawat kepada Hazrat Rasulullah saw.<br />
Apabila kalian mencari perlindungan dan pertolongan Allah swt harus dilakukan dengan penuh sabar dan istiqamah yang sungguh-sungguh. Dan harus selalu diingat bahwa percobaan apapun yang dihadapi sifatnya hanya sementara. Setelah itu apabila suasana telah berobah kemenangan pasti akan berada ditangan kalian. Penolong utama orang-orang mukmin adalah Allah swt Yang Maha Kuasa. Harus diingat dalam keadaan bagaimanapun seorang Ahmadi tidak boleh mengatakan : “Aku tidak percaya kepada Allah.” Bilamana saja timbul kelemahan iman pada seseorang terhadap Allah maka orang itu bukan lagi sebagai orang Ahmady. Dengan mengucapkan demikian habislah riwayat dia sebagai orang Ahmady, bahkan dia sudah keluar dari Islam. Jika seorang Ahmady mempunyai kepercayaan dan keyakinan kuat terhadap Allah swt Yang Maha Kuasa, dia telah mendapat iman bil ghaib yang sesungguhnya kepada Allah swt. Dan dia juga harus yakin bahwa yang menolong dan membantu segala urusan dia adalah Allah swt. Jadi, dalam menghadapi setiap kesulitan dan kesusahan yang ditimbulkan oleh lawan-lawan yang memusuhi Jema’at dari waktu kewaktu, kita harus meningkatkan hubungan yang lebih erat lagi dengan Zat Yang Maha Kuasa Yang mampu membantu kita didalam situasi yang genting seperti itu. Dan didalam situasi seperti itu orang mukmin harus selalu siap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Perkasa Yang mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada yang lain. Yang kecintaan-Nya lebih dari pada kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. Dia Yang Maha Kuasa mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada itu. Dan Allah dengan firman-Nya : اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ (Allah bersama orang-orang yang sabar) memperkuat keadaan seperti itu. Dan Firman-Nya lagi: “Yakinlah kalian bahwa Aku akan menolong kalian.” Mereka yang berdo’a dengan iman yang teguh, dan mereka yang mempunyai kesabaran akan Aku tolong semuanya. Jika kalian ingin mendapatkan pertolongan dari-Ku kalian harus menujukkan ketetapan dan keteguhan iman. Kalian harus beramal sesuai dengan kedudukan sebagai hamba-hamba-Ku. Bagaimana caranya yang harus kalian lakukan ? Yaitu dikala menghadapi kesulitan dan percobaan pendirian kalian harus tetap jangan berobah-obah. Pendirian kalian harus betul-betul mantep. Kalian harus rujuk kepada Allah swt Yang Maha Kuasa dengan penuh dedikasi. Itulah tanggung jawab setiap orang Ahmadi pada masa ini. </p>
<p>	Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya di Pakistan, dibeberapa negara Arab dan juga dibeberapa daerah dinegara India orang-orang Ahmady tengah dijadikan sasaran kekerasan dan kezaliman. Suasana yang mereka timbulkan sangat mempersulit kehidupan orang-orang Ahmady disana. Terdapat beberapa kasus yang mereka hadapi semakin memburuk. Dan keadaan disana sangat mencekam dan semakin tegang kerana timbul tindakan-tindakan diluar keadilan terhadap mereka. Para Mullah yang didukung oleh pemerintahan setempat disana mulai membuat issue-issue (pernyataan-pernyataan) nonsense. Dibeberapa tempat para penguasa dan pegawai-pegawai pemerintah disana mencari-cari jalan untuk melancarkan berbagai macam gerakan untuk mempersulit kehidupan orang-orang Ahmady sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertahan bagi orang-orang Ahmady disana.</p>
<p>	Dibeberapa negara tertentu telah dilancarkan batasan dan larangan untuk menunaikan ibadah salat dan menunaikan salat Jum’ah dimesjid mereka, dan orang-orang Ahmadi disana tidak boleh berkumpul bersama untuk menunaikan salat Jum’ah. Bagaimanapun sudah saya jelaskan tentang firman Allah swt bahwa didalam situasi semacam itu posisi keimanan kalian harus jauh lebih kuat dan lebih teguh dari pada sebelumnya. Sambil memperkokoh keimanan kalian harus meningkatkan mutu ibadah  kalian kepada Allah swt. Lalu tengoklah hasilnya bagaimana Allah swt Yang Maha Perkasa akan datang menolong kalian. Sehubungan dengan peristiwa seperti ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Kalian harus berusaha untuk menjadi orang-orang yang bersih dan suci-murni, dan kalian harus menjalin hubungan lebih erat lagi dengan Tuhan. Sebab pertolongan Allah swt akan kalian peroleh jika diri kalian sudah suci murni.” Beliau a.s. bersabda lagi : “ Bagaimana caranya kalian untuk memperoleh berkat dari pada Tuhan ? Jawabannya Tuhan sendiri berfirmasn :  اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِؕ yakni : Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Apa yang dimaksud dengan salat disini ? Yaitu selain ibadah salat, juga membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), membaca istighfar dan juga membaca selawat bagi Junjungan Nabi Besar Muhammad saw, dibaca dengan penuh rasa cinta dan dedikasi terhadap Allah swt. Jadi, kalian harus menunaikan salat dengan penuh konsentrasi dan kekhusyuan jangan seperti orang yang salat dengan mulut komat-kamit mengucapkan kata-kata namun hati kalian ingat kemana-mana. Orang-orang yang tidak tahu bahasa Arab, mereka boleh bedo’a didalam bahasa sendiri khasnya diwaktu sujud, kecuali do’a yang diajarkan Tuhan didalam Alqur’an atau do’a yang diajarkan Hazrat Rasulullah saw dari firman Tuhan, tidak boleh dibaca diwaktu ruku atau diwaktu sujud. Selain itu do’a boleh dipanjatkan didalam bahasa yang kita fahami sendiri diwaktu sujud atau ruku. Panjatkanlah do’a sambil menangis dan merintih dan merendahkan diri sedemikian rupa dihadapan Tuhan sehingga kekhusyuannya itu sangat berkesan didalam hati kalian. Apabila do’a itu dipanjatkan dengan rintihan dan perasaan yang luluh maka kesannya sangat melekat didalam hati sanubari.” </p>
<p>Jadi, dewasa ini sangat diperlukan do’a-do’a yang dipanjatkan oleh semua orang Ahmady diseluruh dunia dengan penuh kekhusyuan sambil menangis dan merintih dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga menggetarkan pintu Arasy Ilahi. Apabila do’a-do’a ini dipanjatkan dengan penuh kegelisahan dan rintihan yang memilukan tentu Allah swt akan segera menerima dan mengabulkan do’a hamba-hamba-Nya itu. Sebagaimana telah difirmankan oleh-Nya :</p>
<p> اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ اْلاَرْضِ‌ؕ </p>
<p>Artinya : Atau siapakah yang mengabulkan do’a orang yang tak berdaya apabila ia berdo’a kepada-Nya dan Tuhan Yang melenyapkan keburukan, dan pada suatu hari akan menjadikan kamu pewaris-pewaris bumi ? (An Namal : 63) </p>
<p>Jadi do’a yang dipanjatkan dengan perasaan sangat istimewa, dengan rasa gelisah dan suasana prihatin itulah yang bisa membangkitkan perubahan dan revolusi besar diatas muka bumi. Dan mereka yang tengah dianiaya dijalan Allah swt, mereka yang menanggung penderitaan dan kesusahan kerana Allah swt, mereka akan menerima khabar suka dari Allah swt melalui kesabaran dan salat. Pada suatu hari kalian akan menjadi pewaris-pewaris bumi diatas dunia ini, insya Allah ! </p>
<p>	Jadi kesusahan dan penderitaan yang tengah dihadapi oleh orang-orang Ahmady pada hari ini khasnya di Pakistan dan pengurbanan apapun yang mereka lakukan, tidak akan dibiarkkan sia-sia oleh Allah swt. Pengurbanan yang tengah dilakukan hari ini oleh orang-orang Ahmady akan mendatangkan buah yang ranum atau hasil yang mungil pada hari esok. Hal itu semua adalah tugas kewajiban orang-orang Ahmady tanpa mengeluh dan tanpa berkecil hati mereka harus terus maju kedepan dalam menghadapi percobaan dan ujian ini. Dan Allah swt berfirman : “ Orang-orang yang terus maju dalam menghadapi masa kesulitan dan cubaan ini demi meraih keridhaan Tuhan Yang Maha Kuasa, akhirnya mereka rela menyerahkan jiwa-raga dan nyawa mereka dijalan Allah swt. Ingatlah, bahwa mereka yang menyerahkan jiwa-raga mereka kerana Allah Yang Maha Perkasa, pengurbanan jiwa mereka ini bukanlah pengurbanan orang biasa, melainkan seperti pengurbanan para sahabah pada zaman permulaan Islam. Sekarang sejarah berulang kembali. Apabila kita tengok sejarah masa lampau banyak sekali orang-orang mukmin yang telah menyerahkan kehidupan mereka, mengurbankan jiwa raga dan nyawa mereka demi kepentingan agama Allah swt dan demi tegaknya Tauhid Ilahi dimuka bumi. Allah mengabulkan pengurbanan mereka sebab pengurbanan jiwa dan nyawa mereka itu demi maksud dan tujuan yang sangat mulia dan agung sekali. Orang-orang yang terbunuh dijalan Allah demi membela agama Allah dan tegaknya Tauhid Ilahi tidak boleh disebut sungguh-sungguh mati. Mereka tetap hidup, sebab kematian mereka sangat objective, sangat tepat dan terarah demi Agama Allah dan demi kekalnya tauhid Ilahi dimuka bumi. Ganjaran mereka akan terus mengalir kepada mereka setiap sa’at. Pengurbanan demikian menjadi simbul bagi kehidupan orang-orang mukmin sejati lainnya dan mengundang semangat untuk menyerahkan pengurbanan apapaun yang diperlukan oleh Agama ataupun Jema’at. Suatu bangsa yang selalu menyadari pentingnya pengurbanan demi membela tanah airnya tidak pernah mengalami kematian. Orang-orang yang selalu siap memberikan pengurbanan demi tegaknya agama Allah mereka pasti mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah swt. Pada zaman sekarang zaman Masih Mau’ud a.s. peperangan sudah berakhir, tidak boleh melakukan peperangan lagi. Apakah sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mengurbankan jiwa raga demi agama Allah, yang akan mendapat kehidupan kekal setelah meninggal dunia? Dan juga menjadi sarana kehidupan hakiki bagi orang-orang beriman? Apabila kaum akhirin diakhir zaman ini harus menjalani kehidupan seperti setandar kehidupan kaum awalin dizaman Hazrat Rasulullah saw tentu mereka harus mengurbankan jiwa raga atau nyawa mereka. Para syuhada kaum akhirin dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah mengurbankan jiwa-raga dan nyawa mereka seperti yang telah terjadi di Kabul, Afganistan demi mempertahankan kebenaran. Melalui pengurbanan jiwa raga dan nyawa mereka itu Allah swt telah menunjukkan jalan kepada kita untuk memeproleh kehidupan yang kekal-abadi. Dan sampai sekarang banyak para anggauta Jema’at yang tengah memberi contoh bagaimana caranya mereka telah menegakkan semangat dan keikhlasan dalam mengurbankan jiwa-raga dan nyawa mereka kerana Allah swt. Tetesan darah setiap orang Ahmady yang syahid dimana telah memberi martabat dan kedudukan tinggi didalam kehidupan mereka dialam akhirat, disana juga tersedia sarana untuk kehidupan dan kemajuan Jema’at yang semakin meningkat terus dimuka bumi ini. </p>
<p>	Jika para penentang berpikir bahwa dengan banyaknya terjadi pembunuhan terhadap orang-orang Ahmadi mukhlisin akan memberi kesan kemunduran dan kelemahan iman terhadap para anggauta Jema’at, khayalan mereka itu semata-mata penipuan dan kosong dari kenyataan sebenarnya. Allah swt berfirman : Kamu tidak menyadari ! Mereka tidak melihat bagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s telah membangkitkan suatu revolusi ruhani yang luar biasa, Ahmadyah tidak bisa berhenti disebabkan banyaknya pengurbanan jiwa raga atau nyawa serta harta mereka demi mempertahankan kebenaran. Akhirnya taqdir Allah swt akan memutuskan bahwa melalui Jema’at Ahmadiyah ini Islam akan ditegakkan diseluruh permukaan bumi.” Jadi sekarang juga setiap orang Ahmady yang mati syahid demi Jema’at baik lelaki, perempuan tua muda ataupun anak-anak telah menciptakan sebuah gelombang semangat hidup baru. Setiap terjadi peristiwa pensyahidan terhadap orang Ahmady timbul dikalangan orang-orang Jema’at semangat yang bergelora untuk mengurbankan jiwa-raga dan nyawa mereka demi membela Jema’at ini. Tentang hal itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Kami sangat kagum menyaksikan keikhlasan dan kesetiaan para anggauta Jema’at seperti itu.”  Jadi sangat keliru sekali anggapan para penentang yang memusuhi Jema’at bahwa dengan terjadinya kerugian harta mereka, jiwa raga dan nyawa mereka akibat serangan musuh, iman orang-orang Ahmady akan menjadi berkurang dan lemah. Sama sekali tidak !! Sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa dengan terjadinya serangan dan penganiayaan dan pembunuhan, keimanan orang-orang Ahmady justru semakin bertambah kokoh-kuat. Atau para penentang mengira dengan perlawanan mereka terhadap Jema’at, orang-orang Ahmady akan habis dan lenyap? Pendapat mereka itu sungguh batil dan sangat keliru. Disebabkan telah dikeluarkannya undang-undang anti Ahmadiyah di Pakistan dan di beberapa negara Islam lainnya orang-orang Ahmady telah dilarang melakukan tabligh. Akan tetapi  disebabkan makin maraknya perlawanan  dan terjadinya peristiwa-peristiwa kezaliman terhadap orang-orang Ahmady, kesempatan tabligh disana dengan sendirinya menjadi lebih terbuka. Banyak orang-orang yang penasaran ingin tahu apa sebenarnya Ahmadiyah itu? Sehingga setelah jelas kedudukan yang sebenarnya banyak sekali orang-orang yang mengirim surat kepada kami menyatakan ingin bai’at masuk Ahmadiyah, baik dari Pakistan sendiri maupun dari negara-negara lainnya didunia setelah menyaksikan peristiwa-peristiwa kezaliman lawan-lawan Ahmadiyah itu. Jadi sesungguhnya dengan timbulnya perlawanan itu justeru menjadi sarana kemajuan bagi Jema’at Ahmadiyah. </p>
<p>	Jadi para penentang memang bisa melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang Ahmady, mereka bisa melakukan penjarahan terhadap harta  orang-orang Ahmady, bangunan dan gedung-gedung orang-orang Ahmady bisa mereka hancurkan, pembangunan mesjid kami bisa dihalang-halangi akan tetapi kalian tidak akan bisa membuat iman kami jadi lemah. Sebab ujian dan percobaan ini menjadi bukti kebenaran firman Tuhan bahwa Dia bersama kami orang-orang beriman. Sebagaimana Allah swt telah menjelaskan dengan rinci didalam ayat berikutnya tentang khabar suka yang diberikan kepada orang-orang yang sabar. Firman-Nya : “ Kalian akan diuji dengan ketakutan, jika kalian menghadapi ujian yang menakutkan itu dengan sabar, maka terimalah khabar suka dari pada-Ku, bahwa kalian akan mewarisi nikmat-nikmat dari pada-Ku”. Macam bagaimana perasaan takut itu? Yaitu rasa takut yang dibuat oleh musuh-musuh kalian, misalnya takut berupa kejahatan para Mullah, menghadapi mukaddimah dipengadilan juga termasuk rasa takut, takut terhadap undang-undang blasphemy pemerintah, takut ancaman dari para petinggi negara. Akan tetapi orang-orang mukmin tidak mensia-siakan iman mereka didsebabkan berbagai macam desakan atau intimidasi dari pihak golongan tertentu atau dari pihak pemerintah sekalipun. Dan tidak pula mereka menunjukkan sebarang kelemahan.<br />
Setelah itu orang-orang mukmin diuji dengan kelaparan. Sebagai contoh telah terjadi dihadapan kita dalam jumlah yang sangat besar. Yaitu pada tahun 1974 telah terjadi peristiwa kerusuhan anti Jema’at yang ditimbulkan lawan-lawan yang memusuhi Jema’at pada tahun itu, banyak kesulitan dan kesusahan ditimpakan kepada orang-orang Ahmady. Pada waktu itu siapapun tidak pula diizinkan untuk menyampaikan makanan kerumah seorang Ahmady dan tidak pula orang-orang Ahmady diizinkan keluar dari rumah mereka pergi kepasar untuk membeli bahan-bahan makanan. Jika mereka bisa keluar juga maka para pemilik kedai dilarang menjual bahan-bahan makanan atau benda apapun yang diperlukan, kepada orang-orang Ahmady. Disamping itu banyak barang-barang kekayaan orang-orang Ahmady dirampas dan dijarah dan secara paksa mereka menguasai hak milik orang-orang Ahmady. Dan apabila seorang Ahmady berusaha menuntut hak milik mereka secara hukum di Pengadilan, mereka membuat-buat alasan dengan mengatakan ini orang-orang Qadiani, mereka enggan melayani. Dengan menyebut nama Qadiani atau Ahmady saja orang-orang yang duduk dikursi pengadilan-pun merasa enggan dan tidak mau menghiraukan atau menangani apa lagi menghormati tuntutan hak-hak mereka lagi.<br />
	Pada tahun 1974 sebidang tanah milik Jema’at di Rabwah telah diserahkan kepada para Mullah oleh Town Committee, dan sampai sekarang mereka menguasainya dan telah memberi nama tempat itu Muslim Colony. Begitu juga tanah yang sangat luas berdekatan dengan Ta’limul Islam New Campus milik Jema’at dan Rabwah Open Space yang terletak di Daarun Nasir telah dirampas dan dikuasainya secara tidak sah. Dan pemerintah telah memutuskan bahwa tanah ini milik pemerintah. </p>
<p>	Selain itu orang-orang mukmin diuji dan dicoba melalui anak-anak keturunan. Pihak lawan sengaja berusah untuk menghancurkan karier anak-anak Ahmady. Disekolah-sekolah anak-anak Ahmady dijadikan sasaran penghinaan agar semangat belajar mereka hilang hingga putus sekolah. Dizaman saya kuliah di University Faisal Abad beberapa mahasiswa Ahmady dilarang kuliah. Di Leyyah beberapa orang anak Ahmady ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara atas tuduhan yang tidak benar dan palsu. Jika orang tua anak-anak tersebut mengumumkan telah bertaubah dari Ahmadiyah, maka pengadilan dimana para Mullah telah menuduh anak-anak telah menghina Hazrat Rasulullah saw, secepat mungkin mereka dibebaskan dari tahanan penjara. Sebab itulah yang mereka inginkan agar para Ahmady dengan cara bagaimanapun kerana takut melepaskan iman mereka dan bertaubah meninggalkan Ahmadiyat. Begitulah trick jahat mereka lakukan dengan menimpakan berbagai macam kesulitan dan kesusahan diatas orang-orang Ahmady berusaha untuk melepaskan mereka dari Ahmadiyah. Namun orang-orang bernasib malang itu tidak tahu kedudukan orang-orang Ahmady adalah orang-orang mukmin sejati. Mereka yakin betul bahwa setiap huruf yang tertulis didalam Kitab suci Alqur’an adalah firman Allah swt. Sejak semula Allah swt telah memberitahukan kepada mereka didalam Alqur’an bahwa iman mereka akan diuji dengan kesusahan dan kesulitan seperti itu. </p>
<p>	Jadi teguh didalam pendirian dan menanti akhir kesudahan yang baik dan mengucapkan Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) adalah sifat atau prilaku orang-orang Ahmady. Kesusahan dan kesulitan yang ditimpakan kepada mereka dihadapi dengan penuh kesabaran, sebab itulah yang selalu diperlihatkan oleh orang-orang yang mengaku diri mereka Ahmady. Sabar artinya setiap kesulitan atau kesusahan memang dirasakan, akan tetapi tidak kehilangan keseimbangan perasaan dan pikiran disebabkan kesulitan atau kesusahan itu. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah berkecil hati, melainkan pada setiap percobaan dan pada setiap penderitaan yang dihadapi selalu menghadapkan muka kearah Allah swt. Mereka berdiri tegak sambil bertahan bahwa biarlah ujian berupa kesulitan itu berlaku sebab ia sifatnya hanya sementara, bukan untuk selama-lamanya. Sebagai natijahnya Allah swt akan memberikan yang lebih baik lagi kepada mereka. Pada setiap musibah selalu berfikir bahwa nyawa-ku juga, anak-anak-ku juga, harta kekayaan-ku juga hanyalah barang-barang titipan yang sifatnya sementara. Apabila hal itu semua dikurbankan kerana Allah swt maka tentu aku akan menjadi pewaris karunia Tuhan yang jauh lebih baik dari semula. Apabila manusia berucap “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) maka harus berdiri tegak dengan yakin bahwa kami juga adalah milik Allah swt. Dan harta kami serta anak-anak kami juga semuanya adalah kepunyaan Allah swt. Jadi, jika Dia menginginkan bahwa nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kami itu hendak diambil kembali oleh-Nya, maka kami rela sepenuhnya tidak perlu kecil hati atau menangis. Sebab kami berkata “Inna ilaihi raaji’un” kami juga akan kembali kepada-Nya. Apabila kita akan kembali kepada-Nya maka Allah swt telah berjanji bahwa Dia akan memberi barang-barang yang jauh lebih baik dari pada barang-barang yang ada didunia ini. Jadi, jika seorang mukmin berfikir seperti itu maka kerugian berupa barang-barang duniawi apapun yang ditimpakan oleh pihak lawan, memang bisa mendatangkan kesusahan yang sifatnya sementara, akan tetapi hal itu tidak akan menjadi kendala bagi kehidupan yang masih terus berlanjut. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Sebagai orang mukmin kalian jangan menganggap buruk terhadap percobaan atau ujian. Hanya orang mukmin yang tidak sempurna yang akan menganggapnya buruk. Allah swt berfirman didalam Alqur’an :</p>
<p>  وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلاَ مْوَالِ وَالاََنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَۙ‏&#8211;الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَؕ‏ </p>
<p>Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu, ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata : “ Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali.” Kesusahan dan kesulitan apapun yang mereka hadapi tidak menimbulkan kesengsaraan dan kesusahan hati mereka. Dan mereka selalu gembira dengan keridhaan Allah swt. Dan mereka menyukai tinggal dalam suasana seperti itu. Mereka itu betul-betul sabar. Dan Allah swt memberi ganjaran kepada orang-orang yang sabar tanpa perhitungan. Demikianlah reaksi yang harus ditimbulkan oleh setiap orang Ahmady. Dan dengan karunia Allah swt sampai sekarang para anggauta Jema’at telah menzahirkan keadaan demikian. Dan reaksi itulah sebagai tanda untuk memperoleh kemajuan. Untuk itu kita harus selalu memanjatkan do’a kepada Allah swt. Memang kewajiban kita untuk berdo’a demi keselamatan dari ujian dan percobaan, Allah swt sendiri telah berfirman demikian. Akan tetapi jika turun suatu percobaan dan ujian dari Allah swt, maka untuk menghadapi hal itu keteguhan iman dan ketabahan sangat penting sekali. Dan hal itulah yang boleh membuat turunnya pembalasan yang tidak terhingga dari Allah swt. </p>
<p>Setelah menyebutkan hal itu, selanjutnya dikatakan bahwa Allah swt bersama orang yang sabar, orang yang meraih kedudukan syahid disisi Allah swt, akan mendapat kehidupan yang kekal. Terdapat khabar-khabar gembira bagi orang-orang yang sabar, dan banyak sekali khabar-khabar gembira itu mereka terima. Dan suasana gembira yang meluap-luap itu telah-pun mereka wakafkan demi patuh dan setia kepada Allah swt. Tentang kesulitan yang biasa timbul ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Tidak pernah datang seorang-pun Utusan Tuhan yang tidak menghadapi ujian atau percobaan. Hazrat Masih Israili a.s. telah dipenjarakan dan telah dihadapkan kepada berbagai macam siksaan oleh orang Israil. Selanjutnya bagaimana perlakuan kaum terhadap Nabi Musa a.s. Nabi Muhammad saw sendiri pernah dikepung dan diserang, akhirnya sesuai sunnah Allah swt semua kesulitan itu berakhir diganti dengan kemudahan yang jauh lebih baik. Jika memang sunnah Allah swt seperti itu adalah kesenangan dan kemudahan bagi kehidupan Utusan Allah swt dan para pengikutnya, maka setiap hari pesta-pora makan-makanan yang lazat, tentu bisa dilihat apa bedanya para ahli dunia dengan para Utusan Allah swt ? Jika setiap waktu hanya menjalani kehidupan yang senang sejahtera dan tidak pernah menderita kesulitan, apa bedanya orang-orang dunia dengan Utusan Allah swt ? Setelah kenyang memakan makanan yang lezat mengucapkan alhamdulillah wa syukru lillah memang mudah sekali. Mudah sekali menyatakan rasa syukur seperti itu kepada Allah swt jika setiap hari menjalani kehidupan yang baik dan senang, makanan dan minuman setiap waktu bisa diperoleh dengan mudah. Jadi dalam menghadapi keadaan musibah juga harus kita harus mengucapkan perkataan seperti itu dengan sungguh hati, seperti diwaktu menerima nikmat dari Allah swt.”<br />
Beliau bersabda lagi: “ Para utusan Tuhan dan Jema’at beliau sering ditimpa oleh berbagai macam ujian, ditimpa rasa takut dengan kehancuran, menghadapi berbagai macam mara bahaya dan sebagainya. Itulah arti dari pada Kazzabu  mereka mendustakan. Dari peristiwa kesulitan itu ada faedahnya yaitu untuk membedakan diantara orang yang kuat iman-nya dan yang lemah iman. Sebab orang yang imannya lemah, hanya sampai waktu yang menguntungkan mereka saja bisa bertahan, namun apabila masa ujian dan cobaan tiba, mereka berhenti tidak mau bergerak maju. Sedangkan orang yang kuat imannya mereka terus maju kedepan, sekalipun sedang dalam masa percobaan dan ujian seperti itu. Dan itulah sunnah Allah swt yang berlaku kepada saya. Selama tidak ada ujian atau percobaan tidak pernah timbul sebarang tanda yang zahir dari Allah swt. Apabila Allah swt mencintai hamba-hamba-Nya maka Dia menimpakan ujian kepada mereka.  Sebagaimana Tuhan berfirman </p>
<p>: وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَۙ‏-الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ </p>
<p>Yakni setiap mendapat kesulitan dan kesusahan mereka selalu rujuk dan runduk kepada Allah swt. Dan orang-orang itulah yang menerima nikmat-nikmat Allah swt, yaitu orang-orang yang selalu berusaha menegakkan istiqamah, tetap didalam pendirian yang teguh, sekalipun mereka menyaksikan kegembiraan duniawi itu nampaknya sangat senang serta lezat untuk dinikmati namun akhir natijahnya tidak ada kesan apa-apa. Dengan menjalani kehidupan berwarna-warni kemewahan yang penuh dengan kesenangan akhirnya hubungan dengan Allah swt menjadi terputus. </p>
<p>Kecintaan Allah swt terhadap hamba-Nya dibuktikan dengan menimpakan suatu ujian kepadanya sehingga dengan ujian itu Dia menzahirkan kemuliaan hamba-Nya itu. Dengan ujian itu kebesarannya, keimanannya yang kukuh kuat akan zahir. Misalnya jika Kisra Iran tidak memerintahkan seorang jenderalnya untuk menangkap Hazrat Rasulullah, maka bagaimana bisa terjadi mu’jizat yaitu kematian Kisra Iran itu pada malam itu juga. Dan jika orang-orang Mekah tidak mengusir Hazrat Rasulullah saw, bagaimana mu’jizat Allah swt akan zahir pada hari-hari sesudahnya. Setiap mu’jizah sangat erat kaitannya dengan suatu ujian atau percobaan yang menyusahkan. Kehidupan berfoya-foya dan bergembira-ria bisa membuat manusia lengah tidak ada kaitannya sama sekali dengan Allah swt. Jika kejayaan duniawi yang melimpah ruah telah diperoleh seseorang, kehidupan merendahkan diri dan merunduk dihadapan Tuhan menjadi hilang. Padahal Allah swt mencintai orang-orang yang menjalani kehidupan dengan merendahkan diri dan mencurahkan perhatian kepada-Nya. Oleh sebab itu manusia haruslah menghadapi suatu peristwa yang manakutkan.  Jadi Allah swt berfirman bahwa Dia bersama orang-orang yang berlaku sabar dan menyerahkan jiwa raga serta nyawanya dijalan Allah swt demi meraih keridhaan-Nya. </p>
<p>	Pada akhir ayat Allah swt berfirman :</p>
<p>  &#8211;اُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ‏</p>
<p>Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarh 154-158). Dan orang-orang itulah yang menjadi pewaris barkat-berkat, mereka itulah yang menjadi penerima hidayah dan rahmat dari Allah swt. Dan orang-orang yang menjadi pewaris rahmat dan barkat dari Allah  swt itulah orang-orang yang menerima petunjuk dari Allah swt. Kerana dipergunakan  perkataan solawatun mirrabihim maka hal itu bisa diterjemahkan: barkat-barkat dan maghfirat. Jadi orang-orang yang sabar dan banyak memanjatkan do’a akan menyaksikan pemandangan turunnnya barkat dan maghfirat (pengampunan) dari Allah swt yang membuat martabah ruhani mereka semakin tinggi. Perkataan solawatun mirrabihim ini bukan Allah swt yang memanjatkan do’a itu, melainkan berkat-berkat dan maghfirat dari Allah swt turun kepada orang-orang mukmin yang sabar dan banyak memanjatkan do’a itu. Apabila rahmat Tuhan turun kepada mareka maka martabah ruhani mereka itu semakin meningkat terus. </p>
<p>	Kerugian duniawi mereka juga bisa diganti sepenuhnya oleh Allah swt, sebab mereka setiap sa’at siap mengurbankan apa yang mereka miliki demi kepentingan agama Allah swt. Bisa diperiksa, siapapun orang Ahmady yang mengurbankan sesuatu dijalan Allah swt, keinginan musuh tidak pernah berhasil membuat orang-orang Ahmady menjadi miskin sehingga menjadi pengemis. Bahkan yang menjadi miskin dan menjadi pengemis dalah mereka sendiri yang telah berbuat zalim terhadap orang-orang Ahmadi dan yang telah merampas dan menjarah harta benda mereka. Dan demi konstitusi undang-undang, orang-orang Ahmady telah dinyatakan sebagai orang-orang bukan Islam. Maka setelah demikian jelasnya pertolongan Allah swt terhadap Jema’at ini, orang-orang bernasib buruk dan sangat malang itu tidak mau paham juga, atau memang sengaja mereka tidak mau paham. Sedangkan kami selalu berdo’a kepada Allah swt semoga Allah swt memberi taufiq kepada mereka untuk memahaminya. </p>
<p>	Pada akhir ayat in Allah swt berfirman :  وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَyakni orang-orang yang meraih rahmat dan maghfirat dari Allah swt mereka itulah yang memperoleh hidayah dari Allah swt. Oleh sebab itu disebabkan telah memperoleh hidayat maka mereka terus meningkat didalam meraih hidayat itu dari Allah swt. Dan Allah swt memperlihatkan jalan-jalan baru kepada mereka untuk mencapai kemajuan. Sehingga mereka selalu menjadi peraih kurub dan kecintaan Allah swt. Dan kita harus selalu memohon do’a kepada Allah swt agar Dia menjaga dan melindungi setiap orang Ahmadi dari setiap bala atau musibah. Akan tetapi jika sesuai dengan kehendak Allah swt seseorang harus mendapat ujian dan percobaan dari Allah swt, semoga Allah swt memberi taufik kepadanya untuk melewati masa ujian itu dengan tabah, mudah dan selamat. Dan semoga Allah swt selalu memberi bimbingan  kepada kita semua. </p>
<p>	Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Apabila saya melihat kesulitan yang tengah kalian alami dan disamping itu saya melihat kudrat Allah swt yang maha mulia yang secara pribadi saya sendiri telah mengalaminya dan yang telah berlaku pada diri saya, sedikitpun saya tidak merasa gelisah. Sebab saya faham bahwa Allah swt adalah Dia Yang Karim (Maha Mulia) dan Qadir Qudrat, Yang Maha Kuasa. Dan Dia Yang akan melepaskan mereka dari musibat-musibah yang besar. Siapa yang ingin memperoleh banyak ma’rifat maka Allah swt pasti menurunkan musibah sebagai ujian kepadanya. Supaya mereka faham bahwa Tuhan memberi harapan positif kepada mereka bahwa dari tidak ada harapan sama sekali timbul hasrat dan keinginan yang baik. Pendeknya Dia sungguh Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya. Dengan adanya ujian dan cobaan itu jangan sampai Allah swt menjadi jauh dari kita. Dalam memberi ujian dan cobaan juga Allah swt Maha Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Penyayang.” </p>
<p>Selanjutnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Jalan untuk memperoleh karunia dan rahmat-Nya selamanya terbuka selalu. Oleh sebab itu kita harus selalu menaruh harapan positif terhadap Rahmat-Nya. Dan diwaktu menghadapi kegelisahan perlu sekali bertaubah dan membaca istighfar sebanyak-banyaknya.”  Harus diingat selalu bahwa orang yang diwaktu turun bala dan musibah dia tinggalkan usaha untuk bertaubah dari keburukan atau dosa, yang sebetulnya untuk meninggalkan taubah dengan segera itu tidak ada maksud sebelumnya, maka hal itu merupakan siksaan besar bagi orang itu. Dan jika musibah dan kemalangan serta kesusahan tengah terjadi, lalu ia tinggalkan dosa atau kebiasaan buruknya itu, maka hal itu akan menjadi sebuah kaffarah yang besar baginya. Bersamaan dengan terbukanya hati dia itu untuk bertaubah terbukalah juga kegelapan musibah itu baginya. Dan datangnya nur cahaya menjadi suatu harapan yang pasti baginya. Apabila hati manusia telah terbuka mata kegelapan yang disebabkan timbulnya bala atau musibah itu akan berubah menjadi cahaya terang baginya. Dan akan timbul harapan untuk mendapatkan nur dari allah swt.  </p>
<p>	Jadi keadaan dunia sekarang ini seperti telah saya katakan bahwa para Ahmady diseluruh dunia sangat perlu sekali untuk menaruh perhatian sungguh-sungguh terhadap do’a. Mengingat-ingat kelemahan dan dosa yang ada pada dirinya sangat diperlukan sekali. Dan harus berusaha keras untuk berjumpa dengan Allah swt. Usaha pribadilah yang harus dilakukan oleh Jema’at, apabila seseorang berbuat baik mudah-mudahan membawa faedah untuk semuanya. Dalam suasana sekrang ini setiap Anggauta Jema’at dimanapun berada sangat perlu sekali untuk meningkatkan  banyak do’a untuk saudara-saudara kita itu. Mengingat keadaan yang tengah terjadi pada masa sekarang ini, nampaknya akan terjadi ujian-ujian yang lebih berat lainnya yang akan dihadapi oleh para Ahmady di Pakistan. Oleh sebab itu dengan perantaraan do’a-do’a semoga hal itu bisa diatasi dengan sebaik-baiknya. </p>
<p>	Setelah itu Huzur mengumumkan empat orang Ahmady yang telah mati syahid dan beliau akan memimpin salat jenazah ghaib untuk keempat orang syuhada itu. </p>
<p>Alihbhasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=3&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-khutbah-jumat-20091002-orang-orang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/hello-world/</link>
		<comments>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 05:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=1&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kjka200910jf.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kjka200910jf.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kjka200910jf.wordpress.com&amp;blog=10483522&amp;post=1&amp;subd=kjka200910jf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cc2364cf1ca355643482f75e7d9ab71?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jamaluddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
